Sengaja Langgar Aturan Jarak Sosial, Guru Yoga Asal Suriah Picu Kemarahan Warga Bali

Orang-orang ambil bagian dalam peringatan Hari Yoga Internasional di Gunung Tahtali saat matahari terbenam di distrik Kemer, Antalya, Turki, Minggu (21/6). Agensi Anadolu/Orhan Çiçek

Indonesiainside.id, Jakarta – Seorang guru yoga dari Suriah, akan dideportasi dari Bali setelah foto-foto dirinya saat menjadi tuan rumah sesi yoga yang melibatkan puluhan warga asing beredar luas secara online. Warga Bali menyuarakan kemarahan atas pelanggaran aturan jarak sosial di pulau itu.

Wissam Barakeh, pendiri House of Om Community Center, retret yoga di pusat budaya Bali di Ubud, mengadakan acara tersebut pada 18 Juni. Setelah fotonya beredar luas, otoritas imigrasi Bali mengatakan, hari Rabu (1/7), bahwa ia akan menghadapi deportasi segera.

“Dia sekarang ditahan di kantor imigrasi Denpasar dan akan dideportasi pada penerbangan internasional pertama yang tersedia,” kata Arvin Gumilang, juru bicara Kantor Imigrasi di Kementerian Kehakiman dan Hukum, kepada Arab News.

Gumilang mengatakan, Barakeh mengabaikan keputusan Kementerian Kesehatan Indonesia tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan dekrit Bali lokal yang membatasi jumlah peserta dalam suatu acara menjadi 25 orang. Menurut Arab News, retret yoga itu diyakini menampung lebih dari 60 orang, dan termasuk diantaranya banyak warga asing.

“Dia sangat sadar bahwa jumlah peserta melebihi jumlah maksimum yang diizinkan dalam peraturan, tetapi dia tidak melakukan upaya untuk membatalkan acara,” kata Gumilang. “Acara itu melanggar protokol kesehatan dengan tidak mematuhi aturan jarak fisik, dan mereka yang ada di acara itu tidak memakai masker.”

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here