Pasien Covid-19 Menghilang dari Ruang Isolasi di Bangkalan, Dicek ke Rumahnya, Tidak Ada Juga

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Indonesiainsie.id, Bangkalan – Seorang pasien positif terpapar Covid-19 tiba-tiba menghilang dari ruang observasi dan isolasi di Balai Diklat BKPSDA Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Wanita bernama Marwiyah itu juga tidak ada di rumahnya setelah dicek petugas Gugus Tugas Bangkalan.

Berdasarkan pantauan CCTV, Marwiyah melarikan diri dari ruang isolasi dengan dijemput keluarganya menggunakan sepeda motor. Hingga kini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat masih kehilangan jejak.

“Saat hari terakhir sebelum menghilang, pukul 18.00 WIB petugas diklat mengirimkan makan malam dan cek suhu. Marwiyah masih ada di kamar dengan menggunakan mukena serta masih menerima nasi kotak jatahnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bangkalan, Sudiyo, di Bangkalan, Sabtu (4/7).

Menurut dia, pada pukul 18.20 WIB, ada kiriman dari keluarga dan taruh di meja pengiriman. Saat kiriman diantarkan ke kamarnya, Marwiyah sudah tidak ada.

Baca Juga:  Setelah Berhasil Mengendalikan, Vietnam Kembali Diserang Covid-19

Pasien Covid-19 yang melarikan diri ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). “Dia itu melarikan diri dari ruang observasi dan isolasi di Balai Diklat BKPSDA Kabupaten Bangkalan yang memang menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19,” katanya.

Marwiyah, wanita berusia 47 tahun itu adalah kelahiran Surabaya yang beralamat di Cakung, Jakarta Timur. Dia merupakan pemudik yang hendak pulang kampung ke Kecamatan Galis, Bangkalan.

Marwiyah juga telah dilakukan uji laboratorium dan hasilnya positif. Selanjutnya, pihak Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Bangkalan, melakukan uji laboratorium ketiga, dan diketahui hasilnya negatif.

“Tapi, sesuai dengan ketentuan, uji laboratorium itu hingga tiga kali. Tapi yang bersangkutan keburu pergi tanpa sepengetahuan petugas medis,” katanya.

Saat ini, Tim Gugus Tugas Pemkab Bangkalan, masih melakukan pencarian dengan mendatangi rumah familinya di Kecamatan Galis, Bangkalan. Marwiyah diisolasi di balai diklat sejak (15/06/2020). Saat meninggalkan ruang isolasi, dia telah menjalani masa isolasi selama 14 hari.

Baca Juga:  Tembus 5 Juta Kasus, Amerika Dinilai 'Keok' Melawan Corona

Sementara itu, berdasarkan pantauan kamera pengintai (CCTV) sekitar pukul 18.30 WIB, Marwiyah meninggalkan ruang diklat tempat ia diisolasi dan dijemput keluarganya menggunakan sepeda motor.

“Namun, saat tim gugus kecamatan mengecek ke alamat tempat tinggalnya di Galis, Marwiyah sudah tidak ada di tempat. Kemungkinan dia sudah kembali ke Jakarta,” kata Sudiyo.

Saat ini, Dinas Kesehatan sedang mencari keberadaan yang bersangkutan, karena semua nomor teleponnya tidak bisa dihubungi. Dia merupakan satu dari dari 200 lebih warga Bangkalan yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Bangkalan, hingga 4 Juni 2020 ini, total jumlah warga Bangkalan yang positif Covid-19 sebanyak 253 orang. Perinciannya sebanyak 86 orang telah dinyatakan sembuh, 133 orang dalam perawatan dan sebanyak 34 orang sisanya meninggal dunia. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here