Pantau Titik Api Cegah Karhutla, Perusahaan di Kaltim Gunakan Drone

Drone

Indonesiainside.id, Samarinda – PT Borneo Indah Marjaya dan PT Palma Plantasindo menggunakan drone untuk memantau sekaligus mendeteksi kemungkinan munculnya titik-titik api dan kebakaran lahan di area perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) menjelang musim kemarau.

“Dengan memanfaatkan drone pemantauan titik api menjadi lebih mudah, cepat, dan tetap menjaga jarak antarorang,” kata Administratur PT BIM-PPS, Andy HE Jaya, Sabtu (4/7).

Drone adalah pesawat khusus tanpa awak yang dikendalikan jarak jauh (remote). Untuk keperluan pengawasan, drone bisa dilengkapi dengan kamera.

Drone yang terbang pada ketinggian tertentu dapat dengan mudah mendeteksi asap atau titik api. Bahkan, kata dia, hingga jarak kiloan meter.

“Kalau api sudah terdeteksi, tinggal tim pemadam kebakaran beraksi,” ucapnya.

Dia menambahkan sistem monitoring titik api dari SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terintegrasi dengan sistem internal perusahaan. Alhasil, notifikasi titik api menjadi lebih cepat didapatkan.

Baca Juga:  CN 295 Semai Hujan Buatan Antisipasi Karhutla di Sumsel

“Semakin cepat informasi lokasi titik api didapat, semakin cepat kita bergerak,” ungkapnya.

Tak ketinggalan, kata dia, sarana prasarana pemadaman seperti mobil pemadam dengan persediaan air dan alat semprot, pompa, embung air, dan peralatan lainnya juga sudah dipersiapkan sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2018. “Kami juga segera mewujudkan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dari 5 desa sekitar perusahaan,” tuturnya.

KTPA PT BIM-PPS akan dibentuk di Desa Laburan, Lori, Sungai Batu, Sungai Langir, dan Desa Percepat dengan kepala desa masing-masing sebagai ketuanya. “Saya sangat mengapresiasi PT BIM-PPS dalam pembentukan KTPA di desa-desa sekitar perusahaan,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Kaltim Asmirilda.

Baca Juga:  CN 295 Semai Hujan Buatan Antisipasi Karhutla di Sumsel

Dengan melibatkan masyarakat, dia berharap, semakin banyak yang peduli pada pencegahan dan penanganan kebakaran lahan. SiPongi adalah sistem informasi yang termuat di laman sipongi.menlhk.go.id, sebagai upaya deteksi dini kebakaran lahan. SiPongi berbasis data dari satelit NOAA dan Terra serta dibantu cahaya matahari.

Dari laman indonesia.go.id disebutkan cara kerja SiPongi, yaitu dengan menangkap suhu dan luasan titik api lalu disampaikan ke pusat informasi dan ditampilkan ke web. Aplikasi ini memiliki dua tampilan yang bisa dibuka masyarakat maupun internal KLHK dengan unit-unit terkait dalam permasalahan kebakaran hutan. Ada dukungan fasilitas call center dengan nomor +6281310035000 dan SMS Center pada nomor +6281297185000 untuk pengaduan titik api baru, juga dapat dipantau melalui twitter di @hotspotsipongi. (ASF/ANT)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here