Penumpang Lion Air yang Dinyatakan Reaktif di Rumah Sakit Lolos Hasil Tes Cepat Covid-19 di Bandara Menuju Jakarta

Petugas medis menunjukkan alat swab spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4). Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Pekanbaru – Seorang warga Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, lolos terbang ke Jakarta berdasarkan hasil tes cepat Covid-19 di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Jakarta.

Warga dengan inisial ES ini terbang menggunakan pesawat Lion Air. Padahal, sebelumnya ia dinyatakan reaktif Covid-19 dan diminta untuk isolasi mandiri di rumah sambil menunggu hasil tes usap (swab) yang dilakukan pada Sabtu, 4 Juli 2020, dilanjutkan swab yang kedua di RSUD Rokan Hulu.

Tahu-tahunya, ES yang berusia 56 tahun itu nekat ke bandara dan menjalani tes cepat yang kedua, dan hasilnya nonreaktif. Belum ada penjelasan kenapa ES dinyatakan nonreaktif padahal sebelumnya sudah divonis reaktif dan wajib isolasi mandiri.

“Kita akan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Pekanbaru dan dari pihak penerbangan, akan lihat posisi duduknya di pesawat dimana dan melakukan tracing pasien,” kata Juru Bicara Covid-19 Riau, dr Indra Yovi Sp.P(K) dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Senin (6/7).

Dia menjelaskan ini adalah kasus positif Covid-19 ke-235 di Riau. Awalnya, pasien yang lolos terbang ke Jakarta itu,  melakukan pemeriksaan uji deteksi cepat (rapid test) pada 2 Juli 2020 di salah satu rumah sakit swasta di Rohul untuk keperluan perjalanan ke Jakarta. Hasilnya, reaktif.

“Sesuai kriteria, pasien dilanjutkan dengan pengambilan swab pertama pada tanggal 3 Juli 2020. Pada tanggal 4 Juli 2020 dilanjutkan swab yang kedua di RSUD Rokan Hulu,” katanya.

Ia mengatakan ES sudah diedukasi oleh pihak rumah sakit untuk melakukan isolasi mandiri di rumah sampai hasil pemeriksaan swab menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) keluar hasinya. Namun, pada 5 Juli 2020, ES nekad berangkat ke Jakarta dengan melakukan rapid test mandiri di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Hasil rapid test di Bandara menunjukan nonreaktif sehingga ES melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan menumpangi pesawat Lion Air. Namun, Indra Yovi tidak menjelaskan mengapa uji rapid test hasilnya bisa berbeda di Rohul dengan di Bandara Pekanbaru.

“Tetapi kemarin (Ahad, 5/7), pasien tuan ES ini melakukan perjalanan ke Jakarta dengan pesawat Lion Air pukul 11.30 WIB. Ia lakukan rapid test mandiri hasilnya negatif, makanya bisa terbang,” kata Indra Yovi.

Hasil uji swab terhadap ES baru keluar pada 6 Juli dan dinyatakan positif Covid-19. Menurut dia, saat ini ES berada di Jakarta dan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau sudah melakukan komunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di Jakarta untuk penanganan ES selanjutnya.

Ia berharap kerja sama dengan berbagai pihak bisa mengetahui dengan siapa saja ES melakukan kontak di Bandara maupun pesawat. Ia menambahkan belum diketahui riwayat penularan Covid-19 dari pasien ES.

“Nanti dari pihak penerbangan akan lihat di mana posisi duduknya ES dimana dan tracing. Kepada penumpang yang dekat dengan ES di pesawat diharapkan melaporkan diri, bisa di Jakarta maupun bisa di tempat dia berada sekarang agar bisa tracing pasien ini,” ujarnya

Indra Yovi menambahkan total positif Covid-19 di Riau ada 235 kasus. Rinciannya 12 orang dirawat, 212 sehat dan sudah dipulangkan, dan 11 meninggal dunia. Terdapat satu penambahan pasien meninggal dunia, yakni S (61) yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hulu.

Secara terpisah Humas Lion Air Pekanbaru, Novi, ketika dikonfirmasi menyatakan masih belum mengetahui informasi satu penumpang maskapai tersebut yang positif Covid-19. Pihak maskapai akan mengeluarkan pernyataan pers secepatnya. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here