Bermodal Buah Mangga yang Dipetik dari Tetangganya, Pria Bejat Ini Cabuli Bocah SD

Indonesiainside.id, Mataram – Pelecehan anak kembali terjadi. Kali ini di Lombok Timur, dan pelakunya tak lain orang dekat korban yaitu tetangganya sendiri.

Korban berusia delapan tahun, DS, warga Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur. Siswi sekolah dasar itu menjadi korban pencabulan oleh tetangganya berinisial Ham (36). Ironisnya perbuatan bejat itu disaksikan oleh teman bermain korban.

Kasubag Humas Polres Lombok Timur Iptu L Jaharuddin yang dikonfirmasi, Rabu(8/7), membenarkan adanya laporan warga terkait kasus pencabulan anak di bawah umur.

“Kasusnya sudah di tindak lanjuti penyidik PPA, pelakunya telah diamankan di Polres dan saat ini dalam proses penyidikan,” ucapnya.

Kronologis kejadian kasus pencabulan tersebut terjadi beberapa waktu lalu, awal Januari 2020. Terungkap setelah aksi bejat itu diceritakan ke orang tuanya.

Saat itu pelaku sedang memetik buah mangga di rumah salah seorang tetangganya. Melihat itu, korban kemudian mendatangi rumah pelaku bersama temannya, untuk minta buah mangga tersebut.

Pelaku pun memberikan korban dua buah mangga. Setelah itu pelaku pergi buang air kecil ke tenda yang dibangun pada saat gempa.

Namun tiba-tiba dari belakang korban datang dan menghampiri pelaku untuk meminta mangga lagi, tetapi yang diminta sudah habis.

Saat pelaku ke luar dari toilet, korban rupanya masuk toilet juga untuk buang air kecil. Saat korban melaksanakan hajatnya, terlapor sempat melihat bagian vital korban, dan nafsu birahi bejatnya langsung memuncak.

Belum sempat korban memasang celana dalam, tiba-tiba pelaku sudah di dekat korban, dan langsung membalikkan badan korban dan menyuruh korban jongkok.

Korban yang belum memahami niat buruk pelaku tanpa berontak mengikuti permintaan itu.

Ketika korban di suruh jongkok itulah pelaku langsung menjalankan aksi bejatnya dengan berusaha memasukkan kemaluannya ke lubang dubur korban namun gagal. Akhirnya pelaku menggesek-gesekkan saja ke pantat korban.(EP/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here