Karyawan Terpapar Covid-19, IGD RS Moeis Ditutup Sementara

Gedung Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daereh ( RSUD) Inche Abdoel Moeis Samarinda, Kalimantan.
Gedung Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daereh ( RSUD) Inche Abdoel Moeis Samarinda, Kalimantan. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Samarinda – Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis Samarinda, Kalimantan Timur, ditutup sementara selama dua hari menyusul satu orang karyawan terkonfirmasi positif COVID-19.

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda Syarifah Rahimah kepada awak media di Samarinda, Minggu, mengatakan penutupan layanan kesehatan hanya khusus layanan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) terhitung sejak Minggu (12/7) hingga satu hari kedepan.

“Penutupan layanan kesehatan ini dikarenakan adanya hasil pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) positif yang mengakibatkan kami harus mengkarantinakan seluruh karyawan IGD dan melakukan sterilisasi ruangan,” kata Syarifah kepada awak media di Samarinda, Minggu (12/7).

Syarifah membeberkan bahwa penemuan kasus konfirmasi dari karyawan rumah sakit tersebut tidak lepas dari skrining kesehatan yang dilakukan secara berkala

“Selama ini memang sempat ada 5 yang reaktif, termasuk saya sendiri, tapi hari ini kita baru mendapatkan satu yang hasilnya positif COVID-19,” kata Syarifah.

Ia enggan merinci identitas karyawan rumah sakit yang terpapar virus ini dan menegaskan bahwa kasus terbaru tidak ada kaitannya dengan SMD 71 dan KKR 73 yang baru terkonfirmasi positif COVID-19 setelah meninggal dunia.

“Ini soal rekam medis, jadi kami tidak bisa sebutkan apakah dia dokter atau perawat. Yang jelas karyawan rumah sakit dan dalam 14 hari terakhir memiliki riwayat berkunjung ke daerah yang ada kasus transmisi lokalnya,” jelas Syarifah.

Kendati layanan IGD ditutup selama dua hari, dia menegaskan, pelayanan kesehatan lainnya tetap berjalan seperti biasa yakni layanan poliklinik dan rawat inap.

Diketahui sebelumnya sempat terjadi kasus meninggalnya pasien positif COVID-19 di RS berplat merah tersebut dan dimakamkan tanpa protokol kesehatan COVID-19.

Saat meninggal pasien yang diketahui warga Sangasanga, Kutai Kertanegara tersebut, masih bertatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan baru diketahui hasil swabnya  positif COVID-19 pada Selasa (7/7/2020) atau beberapa hari setelah proses pemakaman. (Ant/Msh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here