Dapat Rapor Merah, Penanganan Covid-19 di Jember Tidak Memuaskan

Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di jalan. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jember – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memberikan rapor merah penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember. Ini merupakan gambaran hasil survei Citra Publik yang dilakukan secara tatap muka, dengan protokol kesehatan yang ketat pada tanggal 9-13 Juli 2020.

“Survei ini menggunakan 1.000 responden yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan margin of rrror (MoE) sebesar +/- 3,16 persen. Selain survei kuantitatif, kami juga menggunakan riset kualitatif untuk memperkuat temuan dan analisa,” kata juru bicara Citra Publik – LSI Denny JA, Rully Akbar, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa(28/7).

Menurutnya, alokasi anggaran sebesar Rp400 miliar lebih yang disediakan Pemkab Jember ternyata tidak membuat masyarakat Jember memberikan persepsi kepuasan terhadap pemerintah setempat dalam menangani pandemi Covid-19.

“Publik Jember tetap cemas dan cenderung tidak puas terhadap kinerja Pemkab Jember di bawah pimpinan Bupati Faida karena kekhawatiran publik Jember terhadap potensi tertular virus corona masih cukup tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan sebesar 98 persen publik menyatakan bahwa mereka pernah mendengar informasi mengenai virus, kemudian 80,1 persen publik sangat/cukup percaya dengan adanya Covid-19 dan sebesar 58,4 persen publik menyatakan Covid-19 ini sangat berbahaya atau berbahaya.

“Penilaian publik terhadap kinerja Pemkab Jember dalam penanganan Covid-19 tergambar dari aneka data survei. Ibarat penilaian rapor, Pemkab Jember mendapatkan rapor merah atau penilaian yang cenderung negatif,” tuturnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here