Pandemi Menambah Jumlah Keluarga Miskin di Sulawesi Selatan

Indonesiainside.id, Makassar–Keluarga miskin baru di provinsi Selawesi Selatan bertambah sekitar 125 ribu rumah tangga. Demikian validasi dan verifikasi data yang sedang berlangsung di kabupaten/kota se-Sulsel sebagaimana dikutip Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

Jumlah tersebut bahkan diprediksi akan terus bertamba hingga pelaksanaan pendataan selesai dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) tahun 2019 dan ditetapkan melalui SK Kementerian Sosial Januari 2020 yaitu 921.394 rumah tangga miskin di Sulsel. Jumlah ini diprediksi naik tahun ini akibat pandemi.

“Pendataan orang miskin baru sudah didata tapi belum final (selesai). Sudah ada sekitar 125.000 yang kita data dan masih berjalan. Bahkan prediksi kami, tahun ini malah naik karena ada Covid-19 jadi pasti ada orang miskin baru,” kata Sekretaris Dinsos Sulsel, Andi Fitri di Makassar, Jumat (7/8).

Andi Fitri berharap penambahan orang miskin baru di Sulsel tidak begitu signifikan dari total keluarga saat ini sekitar 125.000 RT. Apalagi verifikasi dan validasi data keluarga miskin sedang berlangsung di hampir seluruh 24 kabupaten/kota se Sulsel. Andi Fitri menyebut lebih dari setengahnya telah mencapai validasi data 70 persen.

“Saat ini kebanyakan kabupaten sementara pemutakhiran data. Ada juga memang yang baru mulai seperti Kota Parepare baru mencapai 4 persen dan Kabupaten Selayar 11 persen,” ungkapnya.

Adapun beberapa kabupaten/kota dengan capaian yang hampir merampungkan validasi dan verifikasi data warga miskinnya yakni; Kabupaten Luwu Timur 94 persen, Pangkajene dan Kepulauan 86 persen, Sidrap 80 persen, Bantaeng 77 persen dan Makassar 72 persen. “Bahkan Kabupaten Luwu Utara sekarang ini sudah mencapai 41 persen, yang sebelumnya ditunda karena Covid-19 dan ditambah bencana banjir yang terjadi sehingga ditunda dulu,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here