Terkait Inpres 6/2020, Pemkot Surabaya Siap Ubah Perwali 33/2020

khofifah dan risma
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kerudung pink), dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), siap mengubah Peraturan Wali (Perwali) Kota Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Normal Baru. Selanjutnya menyesuaikan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

“Jadi, tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan perubahan perwali supaya lebih dipertajam dan disesuaikan dengan amanat Inpres,”  kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Kamis (6/8).

Menurutnya, diubahnya Perwali 33/2020 tersebut karena ada beberapa perbedaan dengan Inpres 6/2020 sehingga tidak menutup kemungkinan perwali tersebut akan ada perubahan. Adapun dasar untuk melakukan perubahan perwali itu adalah inpres tersebut.

Meski demikian, pemkot melalui perwali nomor 28 dan 33 sudah melaksanakan berbagai hal yang telah diamanatkan dalam inpres yang diterbitkan pada tanggal 4 Agustus 2020. “Salah satunya tentang pelibatan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan beberapa unsur lainnya sudah terwadahi dalam pembentukan Kampung Tangguh Wani Jogo Surabaya,” katanya.

Menurutnya, pelibatan masyarakat di Surabaya itu sudah diatur dalam perwali dengan membentuk Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Selain itu, kata dia, setiap tempat kerja, pelaku usaha, pelaku industri, perkantoran negeri maupun swasta juga diminta untuk membentuk gugus tugas yang di dalamnya terdiri atas beberapa satgas.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here