Santri Ponpes di Pati Dipulangkan untuk Hindari Penyebaran Covid-19

Bupati Pati Haryanto, Jateng saat memimpin Forum Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Selama Masa Pandemi COVID-19 yang dihadiri perwakilan beberapa ponpes di Pati, Minggu (9/8/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkab Pati)

Indonesiainside.id, Pati–Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, meminta pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati yang diketahui santrinya positif Covid-19 untuk memulangkan ke daerah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan yang lebih parah.

Bupati Pati Haryanto mengatakan para santri boleh kembali ke pondok pesantren setelah ponpesnya betul-betul steril. Adapun santri dari luar Pulau Jawa yang belum bisa pulang, kata dia, akan ditempatkan di lokasi steril di luar ponpes hingga ada pihak keluarga yang menjemput.

Adapun 26 santri yang positif Covid-19, kata bupati, harus menjalani karantina di pondok tersebut, lantaran tempat karantina di Hotel Kencana masih penuh.

“Tetapi jika nanti yang di Hotel Kencana sudah ada yang sembuh, tentu akan kami karantina di hotel tersebut,” kata Haryanto, Minggu (9/8).

Bupati juga meminta semua pihak khususnya kalangan pendidikan baik itu pengasuh pondok/guru, santri/pelajar, dan wali santri/orang tua murid di madrasah dan juga di sekolah umum maupun swasta untuk bijak menyikapi hal ini.

Awalnya terdapat sembilan santri dari 105 santri di salah satu pondok pesantren yang ada di Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, yang dinyatakan positif Covid-19 pada awal Agustus 2020.

Kemudian, ditindaklanjuti dengan tes usap tenggorokan terhadap 96 santri secara bertahap dan diketahui hasilnya ada 26 santri yang terkonfirmasi positif Covid-19. (SD/ ant)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here