Selama Dua Pekan, Jawa Barat Tertinggi Kasus Covid-19

covid-19
Ilustrasi Covid-19. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pada dua pekan terakhir, data menunjukkan pergeseran zonasi risiko Covid-19 pada kabupaten/kota di Jawa Barat 50,6 persen. Terjadinya penambahan pada zona risiko sedang, penurunan di zona risiko rendah, dan satu kabupaten kota berada di zona risiko tinggi, yaitu Kota Depok.

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan, faktor yang menyebabkan tingginya kasus Covid-19 di Kota Depok adalah tingginya mobilitas penduduk ke daerah Jabodetabek. “Mungkin ternyata memang yang di Depok ini juga cukup banyak yang memang positifnya itu karena mobilitasnya sangat tinggi, terutama ke daerah Jabodetabek itu sudah seperti satu area yang tidak terpisahkan,” tutur Dewi, kemarin (10/8).

Lebih lanjut, Dewi memaparkan klaster-klaster yang ditemukan di Provinsi Jawa Barat. Terdata sebanyak 150 klaster dengan total kasus sebanyak 476 kasus.

Peringkat klaster tertinggi Jabar berasal dari pemukiman, dan diikuti oleh fasilitas kesehatan, perkantoran, dan rumah ibadah. Dewi menegaskan bahwa data klaster dianalisis berdasarkan domisili, bukan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Data ini memang harus kita analisis berdasarkan domisili. Bukan berdasarkan NIK,” ujar Dewi.

Dewi memaparkan lima kabupaten/kota di Jabar yang menyumbang kenaikan kasus tertinggi di Jawa Barat, di antaranya adalah sebagai berikut:

– Kota Bandung 40 kasus menjadi 155 kasus (287,5 persen)

– Kabupaten Bandung dari 45 kasus menjadi 119 kasus (164,4 persen)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here