Gelar Lelang Ilegal dengan KM Jaya Mandiri, Kredibilitas Koperasi Mina Sumitra Dipertaruhkan

Nelayan mengangkut ikan hasil tangkapannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2020). Nelayan setempat mengatakan harga ikan di daerah itu turun dari rata-rata Rp450 ribu menjadi Rp300 ribu - Rp250 ribu per keranjang akibat minimnya permintaan pasar serta melimpahnya hasil tangkapan. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp.

Indonesiainside.id, Karangsong – Nama besar Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra Indramayu sedang dipertaruhkan. Dimana Koperasi yang ditunjuk langsung oleh pemerintah daerah Kota Indramayu tersebut untuk melakukan lelang hasil laut melelang hasil ikan dari KM Jaya Mandiri yang disinyalir bermasalah dengan pihak pemodal.

KM Jaya Mandiri merupakan kapal asal Tegal yang melakukan bongkar muatan di TPI Karangsong Indramayu, sedang dituntut oleh PT Samuderateam Lautan Abadi selaku mitra yang membiayai permodalan melaut KM Jaya Mandiri. “Sebenarnya kami kerjasama dengan pemilik Jaya Mandiri sudah 2 tahun terakhir. Ikannya sudah masuk ke kami dua trip. Tapi pada trip ke 3 ini mereka jual ke tempat lain dengan alasan harga lebih tinggi,” ujar Budi Mulyono, perwakilan dari pemodal PT Samuderateam Lautan Abadi di TPI Karangsong, Jumat (21/8).

KM Jaya Mandiri yang membawa hasil 100 ton lebih tersebut sudah 8 bulan melakukan operasi di laut. Awalnya kapal tersebut direncanakan akan bongkar di Muara Baru untuk diserahkan ke PT Samuderateam Lautan Abadi. Akan tetapi pemilik dan kapten kapal saling melempar alibi mencari pembernaran dengan mengaku pilihan bongkar di Karangsong permintaan pemilik, sebalikan kapten kapal mengaku pemilik yang tiba tiba belok meminta agar kapal diarahkan ke Indramayu.

“Begini bu, soalnya ABK dan kapten sudah sama sama sepakat mau mencoba trip ini untuk dijual di Indramayu dulu. Kalau abk dan kapten sudah bilang demikian kami sebagai pemilik kapal bisa apa,” kata Benny Wijaya, anak Pemilik Kapal Jaya Mandiri Wong Handy Wijaya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here