Enam Warga Cianjur Meninggal karena DBD

Pengasapan atau fogging untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Foto: antara

Indonesiainside.id, Cianjur – Enam orang meninggal dunia akibat terjangkit penyakit DBD di Cianjur. Sejak satu bulan terakhir, kasus DBD di wilayah tersebut cukup meningkat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan terjadi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan tetap menjaga pola hidup sehat dengan cara rajin membasmi sarang nyamuk meski belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa.

Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk siaga dan waspada DBD. “Ditengah pandemi Covid-19, yang harus diwaspadai warga saat ini adalah DBD terutama mereka yang tinggal di daerah pandemi khususnya di perkotaan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal di Cianjur Kamis(27/8).

Ia menjelaskan, angka meninggal dunia akibat DBD tahun ini, hampir mendekati jumlah pasien meninggal tahun lalu sebanyak 7 orang, dua orang di antaranya anak-anak dan lainnya dewasa.”Saat ini baru akhir Agustus jumlah pasien DBD meninggal sudah 6 orang, hampir sama dengan pasien meninggal tahun lalu,” katanya.

Untuk meningkatkan kepedulian warga tetap menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya dan rajin memberantas sarang nyamuk, pihaknya berkoordinasi dengan puskesmas setempat dengan menurunkan tim Jumantik guna membantu dan mengimbau warga rutin melakukan K3 dan 3M.

Terlebih ungkap dia, jentik nyamuk akan lebih cepat berkembang biak pada saat peralihan musim dari hujan ke kemarau, sehingga berbagai upaya antisipasi menekan angka kasus DBD harus dilakukan berbagai kalangan terutama di wilayah yang rawan terjadi kasus DBD.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here