Objek Wisata Puser Angin Dinilai Malah Merusak Lingkungan

Objek Wisata Puser Angin di Kudus. Foto: antara

Indonesiainside.id, Kudus – Pemerhati lingkungan dari Universitas Muria Kudus (UMK) yang juga Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Muria Hendy Hendro mengatakan objek wisata baru yakni wisata Bukit Puser Angin yang berada di Kecamatan Jekulo dikhawatirkan merusak lingkungan alam sekitar mengingat kondisinya yang sudah gundul.

Menurut Hendy Hendro di Kudus, Jawa Tengah, Jumat(28/8), untuk kondisi saat ini, wisata Bukit Puser Angin dinilai belum memiliki detail engineering design (DED).

“Jika perencanaan tersebut tak kunjung dilakukan, dampak buruk terhadap lingkungan lambat laun bakal terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap, pemerintah maupun masyarakat setempat juga mengimbanginya dengan upaya reboisasi dan penataan drainase.

Pasalnya, lanjut dia, Bukit Puser Angin yang masuk dalam deretan Pegunungan Pati Ayam kondisinya saat ini cukup gundul.

Jika tidak diikuti dengan penguatan lahan, dikhawatirkan bisa berakibat pada sedimentasi, erosi bahkan rawan longsor saat musim penghujan.

“Kalau tidak ditata, dikhawatirkan bisa merusak lingkungan. Hal terpenting jangan sampai mengubah bentang alamnya karena kondisi alam sekitar sedang gundul sehingga erosivitasnya tinggi,” ujarnya.

Menurut dia pemerintah bisa ikut turun tangan mengarahkannya sebelum terlambat.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma sepakat dengan pendapat Hendy Hendro bahwa di daerah Pegunungan Pati Ayam saat ini memang gundul sehingga perlu ada upaya reboisasi.

Polres Kudus sendiri, lanjut dia, bersama Perhutani dan swasta beberapa waktu yang lalu melakukan penghijauan di Pegunungan Pati Ayam.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here