Kampung Hitadipa Papua Kosong, Warga Mengungsi Pascapenembakan Pendeta Yeremia

Situasi Papua setelah adanya kasus penembakan. Foto: Courtesy Polda Papua

Indonesiainside.id, Jakarta – Amnesty International Indonesia mengatakan penduduk Kampung Hitadipa, Intan Jaya, Papua mengungsi dan meninggalkan rumah mereka pasca-kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani.

Peneliti Amnesty International Indonesia Ari Pramuditya mengatakan, masyarakat meninggalkan kampung karena saat ini berlangsung operasi militer di Hitadipa. Amnesty sedang mengonfirmasi lebih lanjut berapa jumlah personel yang terlibat dalam operasi militer ini.

“Operasi militer ini menyebabkan Hitadipa kosong, masyarakat setempat meninggalkan rumah mereka dengan penuh ketakutan,” kata Ari melalui konferensi pers virtual pada Jumat (2/10).

Menurut Ari, beberapa orang warga setempat pergi ke kabupaten terdekat yang membutuhkan waktu satu hingga dua hari dengan berjalan kaki. “Beberapa dari mereka juga bersembunyi di hutan,” kata dia.

Dia melanjutkan, peristiwa ini memicu Gereja Kemah Injil Klasis Hitadipa meminta pemerintah menarik aparat agar warga bisa kembali ke rumah mereka. Permintaan gereja disampaikan melalui surat yang diterbitkan pada 22 September 2020.

Kepala Bidang KPKC Sinode Gereja Kristen Injil (GKI) Tanah Papua, Pendeta Dora Balubun juga meminta jaminan dari pemerintah agar masyarakat bisa kembali ke kampung mereka tanpa merasa terancam.

“Para pengungsi ini harus diperhatikan, kita tidak tahu bagaimana keadaan mereka dan harus kembali seperti apa. Perlu ada jaminan dari bapak presiden supaya mereka bisa kembali,” tutur Dora.

Pendeta Yeremia tewas dengan luka tembak pada Sabtu, 19 Oktober 2020 di Kampung Hitadipa, Intan Jaya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here