Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja, DPRD Kota Malang Dikepung Ribuan Buruh dan Mahasiswa

Indonesiainside.id, Malang – Ribuan buruh dan mahasiswa di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ribuan orang yang merupakan perwakilan dari mahasiswa dan buruh di wilayah Malang Raya tersebut, mulai berkumpul di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang kurang lebih pukul 10.00 WIB.

Dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa tersebut, ratusan personel kepolisian telah disiagakan, termasuk memasang pagar kawat berduri di depan Gedung DPRD Kota Malang, termasuk Balai Kota Malang, yang terletak bersebelahan.

Aksi unjuk rasa tersebut pada awalnya berlangsung damai, namun, beberapa saat kemudian sempat terjadi kericuhan. Pengunjuk rasa sempat melemparkan batu, dan menyalakan api, dan petasan. Petugas kepolisian kemudian mengerahkan kendaraan water canon, dan menembakkan gas air mata.

Kurang lebih pada pukul 11.30 WIB, kericuhan tersebut bisa diakhiri. Sebagian massa yang tidak terlibat kericuhan, masih bertahan di depan Gedung DPRD, dan Balai Kota Malang untuk menyampaikan aksinya menolak RUU Cipta Kerja, dengan pengamanan ketat dari kepolisian.

Sebelumnya, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan bahwa pihaknya tetap menyiapkan kurang lebih 400 orang personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang tidak memiliki izin tersebut.

“Kami sudah menerima (informasi) terkait unjuk rasa. Sudah ada perintah, bahwa ini dilarang, dan tidak dapat izin. Namun, ada 400 personel yang disiagakan,” kata Leonardus, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (7/10).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here