Penularan Virus Antarindividu di Aceh Tinggi, Warga Diwajibkan Pakai Masker

Masker harus dipakai untuk antisipasi penularan Covid-19. Foto: antara

Indonesiainside.id, Banda Aceh – Kewajiban menggunakan masker di Aceh mulai digalakkan seiring dengan semakin tingginya penularan virus corona antarindividu. Pemerintah Provinsi Aceh terus mengampanyekan pencegahan pandemi Covid-19 dengan upaya kedisiplinan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M).

“Penularan Covid-19 umumnya terjadi antarindividu secara langsung. Penularan antarpersonal masih terjadi di Aceh,” kata Juru Bicara Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani, di Banda Aceh, Ahad (11/10).

Jubir yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, selain penularan langsung antarpersonal dari percikan ludah (droplet) atau aerosol, bisa juga melalui benda-benda yang tercemar atau infeksius dengan percikan orang pembawa virus.

Setiap orang wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan dalam menghindari transmisi percikan maupun aerosol antarpersonal. “Penggunaan masker bagi orang yang sudah terinfeksi untuk melindungi yang sehat dari percikan atau aerosol itu,” kata SAG.

Menurut dia, tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak warga tidak disiplin memakai masker atau menggunakan masker, namun pemakaiannya tidak benar, sehingga percikannya bisa mencemari benda-benda di sekitarnya.

Bila benda infeksius disentuh seseorang, transmisi virus corona bisa terjadi. Karena itu wajib mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir sesering mungkin, katanya.

“Upaya-upaya individu menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan memakai sabun, lebih efektif menekan angka penularan Covid-19,” katanya lagi.

Selain itu, Satgas Covid-19 Aceh juga terus memfasilitasi dan memotivasi Satgas di kabupaten/kota untuk meningkatkan 3T yakni penelusuran kontak erat (tracing), melakukan usapan (swab) untuk pemeriksaan RT-PCR (testing), dan merawat yang terinfeksi (treatment).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here