Dalami Pasal yang Rugikan Masyarakat, Pemprov Gorontalo Bakal Buat SK Kajian UU Cipta Kerja

Aksi buruh menolak UU Cipta Kerja di berbagai daerah. Foto: antara

Indonesiainside.id, Gorontalo – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Senin (12/10), menyatakan bersedia memfasilitasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), paguyuban dan Aliansi Pembela Rakyat Gorontalo untuk melakukan kajian tentang isi Undang-Undang Cipta Kerja.

Gubernur Gorontalo menilai cara itu lebih tepat untuk menyampaikan kritik terhadap UU tersebut. Ia mengusulkan BEM mengkaji setiap pasal dalam undang-undang tersebut, untuk melihat apakah sudah dengan kondisi di berbagai daerah.

“Kalau perlu tim pengkaji ini saya SK-kan,” kata Rusli di Gorontalo, Senin.

Rusli mengusulkan agar tim pengkaji terdiri dari semua elemen baik dari akademisi, aktivis mahasiswa, tokoh masyarakat, bahkan perwakilan dari Polda, Korem 133 Nani Wartabone, Kejaksaan dan Kanwil Kumham.

Ia meminta ada kajian mendalam pasal mana yang dianggap berpotensi merugikan masyarakat.

Kajian harus disertai dengan rekomendasi dan penjelasan logis, agar menjadi pertimbangan atau rekomendasi kepada pemerintah pusat.

“Kalau perlu saya ajak kalian ke Jakarta untuk menyampaikan langsung rekomendasi hasil kajian ini. Saya akan cari waktu ketemu pimpinan DPR RI, di sana ada Pak Rachmat Gobel, Pak Aziz Samsuddin juga teman saya di Golkar. Syukur-syukur kalau kita diterima oleh Presiden,” tambahnya.

Rusli menilai setiap aksi protes mahasiswa adalah bentuk koreksi terhadap pemerintah, tidak harus selalu dengan unjuk rasa.

Ia menilai unjuk rasa tidak akan banyak merubah keadaan, sehingga perlu adanya dialog dan kajian untuk memberikan masukan kepada pemerintah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here