Dinas Pendidikan Pontianak Minta Siswa SD dan SMP Jangan Demo Tolak UU Cipta Kerja

Dengan meneliti kebijakan Sekolah Dasar (SD) inpres yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia di era ORBA (Orde Baru)
Sejumlah pelajar menunjukkan tuntutan mereka saat unjuk rasa di depan sekolah di Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (20/2). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Pontianak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud) Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mengimbau kepada peserta didik atau pelajar mulai tingkat SD dan SMP/sederajat di kota itu, agar tidak ikut-ikutan aksi demo di depan Gedung DPRD maupun di tempat lainnya.

“Kami minta agar kepala sekolah mulai tingkat SD dan SMP/sederajat yang ada di Kota Pontianak untuk memastikan agar peserta didiknya tidak mengikuti aksi demo pada Selasa (13/10) dan Kamis (15/10),” kata Kepala Diknasbud Kota Pontianak Syahdan Lazis di Pontianak, Senin (12/10) malam.

Karena, menurut dia, aksi demo tersebut tidak berhubungan dengan pembelajaran dan juga berkerumunan sehingga tidak tepat masanya dengan situasi sekarang, yakni pandemi COVID-19.

“Dikeluarkannya imbauan tersebut, merujuk pada surat dari Polda Kalbar dan Polresta Pontianak yang informasinya akan ada aksi demo pada Selasa dan Kamis,” ujarnya.

Di tempat Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes (Pol) Donny Charles Go menyatakan, Polda Kalbar telah menetapkan lima tersangka terkait unjuk rasa penolakan atas Omnibus Law UU Cipta Kerja pada 8 dan 9 Oktober di Gedung DPRD Kalbar.

“Kelima tersangka tersebut ditetapkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 114 pendemo yang diamankan,” katanya.

Kelima orang yang ditetapkan tersangka tersebut, karena terbukti mengkonsumsi narkoba sebanyak tiga orang dan dua orang lainnya karena membawa senjata tajam dan barang berbahaya lainnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here