Elektabilitas Adama Tinggi, Politikus Golkar: Wajar karena Dicampur Beras

Indonesiainside.id, Makassar — Politikus Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai, menyindir pasangan calon nomor urut satu, Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi, yang elektabilitasnya unggul berdasarkan hasil survei CRC, baru-baru ini. Kata Risman, tingginya elektabilitas paket dengan jargon ADAMA itu bukan murni karena disukai masyarakat, melainkan ada faktor lain.

Faktor yang dimaksud Risman adalah dugaan politik uang bermodus pembagian beras. Dugaan pelanggaran pemilu sekaligus pelanggaran pidana dari ADAMA itu sendiri tengah berproses di Bawaslu Makassar. Bahkan, informasi terakhir dugaan politik uang ADAMA dilimpahkan ke Sentra Gakkumdu Polrestabes Makassar.

“Kalau hasil survei elektabilitas calon itu tinggi ya wajar, jangan heran karena dicampur-campur dengan beras. Kita lihat saja, apakah cara itu bisa berhasil di Makassar, apalagi kan sudah diproses di Bawaslu,” kata Risman, Rabu (14/10/2020).

“Pola calon di pilkada dengan membagikan materi atau beras memang sangat marak dalam pilkada, semoga berasnya itu bukan beras dari kabupaten Sidrap yang kualitasnya sangat bagus, karena di Makassar beras Sidrap banyak saingannya sebagai ibu kota provinsi,” tegas aktivis 98 ini.

Risman mengimbuhkan, publik tentunya menaruh harapan besar kepada Bawaslu dan Gakkumdu dapat mengusut tuntas dugaan politik uang yang bermodus pembagian beras oleh tim relawan calon. “Kalau memang terbukti sejatinya Bawaslu segara menindak dan menegakkan aturan termasuk mendiskwalifikasi calon tersebut. Jangan biarkan Makassar dilumuri dengan beras,” tegasnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here