Kemerdekaan Pers “Dikebiri”, Wartawan Se-Gorontalo Boikot Pemberitaan Polda

Aksi kemerdekaan pers di Polda Gorontalo. Foto: Aliansi Wartawan Jurnalis Gorontalo

Indonesiainside.id, Gorontalo – Wartawan se-Provinsi Gorontalo tidak akan lagi memuat berita dari Polda Gorontalo. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan wartawan karena Kapolda Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wiyagus yang enggan menemui mereka saat melakukan aksi damai di depan Mapolda Gorontalo

“Mulai hari ini, kami akan memboikot pemberitaan dari Polda Gorontalo, karena Kapolda dan Wakapolda enggan menemui kita kawan kawan” ungkap Koordintor Lapangan Helmi Rasid, Kamis (15/10).

Aksi damai wartawan ini terjadi sebagai bentuk protes kepada Polda Gorontalo akibat adanya dugaan intimidasi dan pembungkaman kerja kerja jurnalistik pada liputan demo penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Gorontalo.

Aksi kemerdekaan pers di Polda Gorontalo.

“Kalau ada release kita di undang, tapi saat meliput demo kita diintimidasi. Ini ada apa,” tegas Yudistira Saleh dalam orasinya.

Massa aksi juga menyuarakan tentang kekecewaan salah satu petinggi Polda yang selalu menggeluarkan statetmen hoaks kepada pemberitaan wartawan Gorontalo.

“Kami Telepon tidak diangkat, di WA hanya dibalas. Setelah berita naik dibilang hoaks. Ada apa ini,” kata dia.

Dalam aksi itu, ada enam tuntutan yang dibawa Aliansi Wartawan-Jurnalis Gorontalo. Yaitu, mengecam tindakan intimidasi yang dilakukan aparat kepolisian kepada para jurnalis yang sedang meliput aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.

Meminta kepada kepolisian polda gorontalo untuk belajar lagi tentang undang-undang pers. Mengutuk keras perampasan fasilitas peliputan milik wartawan saat aksi penolakan undang-undang cipta kerja.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here