15 Dokter di Aceh Masih Menjalani Isolasi Mandiri Setelah Dinyatakan Positif Covid-19

Seorang pasien virus corona dikeluarkan dari rumah sakit diiringi tepuk tangan dokter dan perawat setelah menyelesaikan perawatan di Rumah Sakit Negara Igdir di Igdir, Turki (7/4/2020). Agensi Anadolu/Bülent Mavzer

Indonesiainside.id, Banda Aceh – Sebanyak 15 orang dokter di Aceh masih menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan terinfeksi Covid-19.

“Saat ini tinggal sekitar 15 orang dokter yg sedang isolasi, dan umumnya mereka tidak bergejala,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh dr Safrizal Rahman, di Banda Aceh, Selasa (20/10).

Angka positif Covid-19 di daerah Tanah Rencong masih cukup tinggi, namun cenderung stabil. Karena itu IDI meminta kerja sama masyarakat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan meliputi memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau 3M.

Sementara pemerintah, lanjut dia, terus melalukan upaya pencegahan penyebaran dan langkah 3T yakni pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing), dan pengobatan (treatment).

“Alhamdulillah semuanya kita masih semangat untuk terus berjuang, meskipun banyak (tenaga medis) yang sudah tertular positif tetapi sebagian besar sudah selesai isolasi dan sudah kembali aktif,” ujar Safrizal.

Hingga akhir September lalu, IDI Aceh mencatat sekitar 400 tenaga kesehatan (nakes) di wilayah Aceh terinfeksi positif Covid-19, bahwa tujuh di antaranya telah meninggal dunia.

“Nakes kita yang positif Covid-19 400 orang di seluruh Aceh. Yang meninggal tujuh orang, lima dokter, satu perawat, dan satu tenaga laboratorium,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya juga terus mendorong perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang belum maksimal di setiap fasilitas kesehatan, agar terhindar dari terinfeksi Covid-19.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here