Polisi Kesulitan Mengungkap Kasus Bocah 13 Tahun yang Mengaku Diperkosa Dua Kali Karena Keterangan Korban Berubah-ubah

Kasatreskrim, AKP I Putu Agus Indra Permana

Indonesiainside.id, Loteng – Anggota Satreskrim dan Unit PPA Polres Lombok Tengah terus mendalami kasus dugaan pemerkosaan dengan korban seorang bocah (13) warga Desa Barebali, Kecamatan Batukliang.

Kasatreskrim, AKP I Putu Agus Indra Permana, di Praya, Lombok Tengah, Senin, mengatakan, pihaknya masih belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, karena saksi sangat minim. Meskipun terduga pelaku telah diamankan untuk menjaga kondusifitas di Desa setempat.

“Kita belum bisa menyimpulkan kasus tersebut, masih kita dalami,” ujarnya.

Dalam kasus itu, pihaknya akan melibatkan ahli psikologi anak, karena keterangan dari korban sering berubah-ubah. Disamping itu juga, dalam kasus itu tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut.

“Pengakuan korban berubah-ubah. Terduga pelaku juga mengaku tidak pernah melakukan,” terangnya.

“Hasil visum masih belum keluar. Apa hasilnya pasti kita sampaikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang bocah usia 13 tahun, warga Desa Barabali Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, diduga menjadi korban pemerkosaan oleh salah seorang oknum berinisial RM yang merupakan salah satu pekerja di perusahaan beton.

Dari informasi yang diterima wartawan, Minggu, Bunga diperkosa dua kali yakni pada hari Minggu (18/10) dan Jumat (16/10). Korban saat ini masih depresi, karena diduga kuat pelaku pemerkosaan bukan hanya satu orang. Mengingat dari pengakuan korban, selain RM ada juga yang membantu pelaku memegang kaki korban.

Kepala Desa (Kades) Barabali, Lalu Muh Ali Junaidi membenarkan ada warganya yang diduga menjadi korban pemerkosaan tersebut.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here