Sebanyak 2.173 Pelanggar Protokol Kesehatan di Palangka Raya Terjaring Operasi Yustisi

Data operasi yustisi yang digelar Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya.

Indonesiainside.id, Palangka Raya – Sebanyak 2.173 warga di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah terjaring operasi yustisi kepatuhan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan Satgas COVID-19.

“Sejak 14 September hingga sekarang sudah ada 2.173 warga yang terjaring operasi yustisi penerapan protokol kesehatan COVID-19,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani di Palangka Raya, Rabu (21/10).

Dari 2.173 kasus pelanggaran penerapan protokol kesehatan itu sebanyak 1.402 warga atau sebanyak 64,52 persen memilih sanksi kerja sosial.

Sementara 629 warga lainnya atau sebanyak 28,95 persen memilih sanksi denda administratif. Denda administratif tersebut senilai Rp100.000 untuk setiap pelanggar. Seluruh denda itu disetor ke kas daerah.

Untuk sanksi lain seperti pencabutan izin atau rekomendasi pencabutan izin usaha belum ada kejadian. Sementara untuk sanksi penutupan atau pembubaran kegiatan karena pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 tercatat satu kejadian.

Sanksi lain yang diberikan Satgas Penanganan COVID-19 di Kota Palangka Raya yakni teguran lisan tidak menggunakan masker sebanyak 54 kejadian atau 2,49 persen dan teguran tertulis tempat usaha sebanyak 23 kejadian atau 1,06 persen. Kemudian teguran tertulis tidak menggunakan masker sebanyak 64 kejadian atau 2,95 persen.

Rata-rata pelanggaran yang dilakukan warga di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini dilakukan oleh perseorangan dan kelompok. Para pelanggar itu tidak menggunakan masker dan berkerumun serta tidak menjaga jarak fisik saat operasi yustisi dilakukan satgas secara acak di sejumlah wilayah di kota setempat.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here