Anggota Tim Covid-19 Jayawijaya Ditangkap, Bupati: Biaya Tes Cepat Rp250 Ribu untuk Warga Luar

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua. ANTARA/Marius Frisson Yewun

Indonesiainside.id, Wamena – Empat aparatur sipil negara (ASN) yang juga anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Jayawijaya ditangkap di posko kesehatan Bandara Sentani karena diduga melakukan pungutan liar.

Mereka terjaring OTT karena memungut biaya Rp250 ribu dari warga yang melakukan tes cepat Covid-19 untuk dokumen perjalanan melalui Bandara Sentani. Operasi tangkap tangan (OTT) itu dipimpin Ketua Tim Satgas Cyber Pungli Papua yang juga menjabat Irwasda Polda Papua Kombes Alfred Papare, Rabu (21/10).

Menanggapi penangkapan anggotanya, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua yang juga Ketua Tim Covid-19 Jayawijaya membenarkan adanya pendirian Pos Covid-19 untuk pemeriksaan calon penumpang yang hendak naik ke wilayah pegunungan. Hal ini merupakan keputusan forkopimda yang sudah disampaikan kepada Wakil Gubernur Papua.
“Kami siap memberikan keterangan apabila tim dari Polda minta keterangan karena kami punya bukti regulasi yang kami keluarkan,” kata Jhon Kamis (22/10) malam.

Jhon Banua membenarkan tes cepat vena di Pos COVID-19 Jayawijaya di Jayapura dikenai biaya Rp250 ribu. Tes cepat tidak gratis ini hanya berlaku bagi warga kabupaten lain, seperti Yalimo, Lanny Jaya, Tolikara, dan Mamberamo Tengah yang hendak naik ke pegunungan tengah Papua melalui Bandara Wamena di Jayawijaya.

Khusus untuk calon penumpang dari Jayapura menuju Jayawijaya, terutama yang ber-KTP Jayawijaya, tidak dipungut biaya tes cepat. “Memang betul ada peraturan menteri terkait dengan harga tertinggi. Akan tetapi, untuk di daerah sini, kami gratiskan pelayanan kepada masyarakat, itu APBD Jayawijaya. Makanya, kami gratiskan untuk KTP Jayawijaya,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here