DPRD Penajam Paser Utara Desak Pemerintah Setop Alih Fungsi Lahan Pertanian Jadi Kebun Sawit

Lahan persawahan atau pertanian di desa. Foto: antara

Indonesiainside.id, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diminta mencegah lahan persawahan terus tergerus akibat alih fungsi lahan pertanian dijadikan perkebunan kelapa sawit menyebabkan luasan sawah di daerah itu semakin menyusut.

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati saat dihubungi di Penajam, Sabtu menegaskan, pemerintah kabupaten agar dapat menahan laju alih fungsi lahan pertanian yang dilakukan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara harus mempertahankan luasan lahan persawahan agar dapat berkontribusi dalam penyediaan pangan persiapan pemindahan ibu kota negara Indonesia yang baru di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Babulu sebagai sentra produksi padi di Kabupaten Penajam Paser Utara ungkap Sujiati, sudah hampir mencapai sekitar 40 persen.

Total luasan lahan persawahan di wilayah Kecamatan Babulu lebih kurang 15.000 hektare, dan lahan pertanian produktif tercatat baru 9.000 hektare.

Para petani mengalihfungsikan lahan sawah menjadi kebun kelapa sawit menurut Sujiati, karena persoalan irigasi atau kesulitan air untuk pengairan lahan sawah.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra tersebut berharap bendung gerak Sungai Talake di Kabupaten Paser segara dibangun untuk membantu pengairan lahan persawahan, terutama di Kecamatan Babulu.

“Keluhan para petani itu kekurangan air untuk pengairan dan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, jadi banyak petani alih fungsikan lahan jadi kebun kelapa sawit,” ujar Sujiati.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here