Sering Dimarahi Karena Doyan Isap Lem, Seorang Bocah Gantung Diri di Gedung SD

Ilustrasi gantung diri. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Ternate – Seorang bocah dibawah umur berinisial KB (15 tahun) asal Malifut, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), ditemukan gantung diri. Ia diduga melalukan itu karena sering dimarahi akibat kebiasaannya mengisap lem.

Kapolres Halut, AKBP. Priyo Utomo melalui Kasubag Humas Iptu Mansur Basing, Jumat(29/10), membenarkan peristiwa gantung diri tersebut.

Korban merupakan anak dibawah umur yang masih duduk di bangku SMP di kecamatan Malifut.

“Korban gantung diri ditemukan di salah satu gedung Sekolah Dasar, kecamatan Malifut,” katanya.

Mansur mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh seorang saksi Sergius Barani yang berprofesi sebagai ASN.

Menurut keterangannya, ia mendapat informasi dari Evan bahwa ada orang dicurigai di dalam kelas sekolah dasar, kemudian saksi langsung menuju sekolah untuk mengecek informasi dan mengintip melalui jendela. Dia terkejut dengan kondisi seorang bocah yang sudah dalam posisi seutas tali terikat di leher.

“Saksi kemudian keluar dan berteriak bahwa ada yang gantung diri dan seketika itu masyarakat berlari menuju TKP. Berselang beberapa menit keluarga korban datang dan langsung membuka tali ikatan di leher, selanjutnya korban di bawa ke rumah untuk di semayamkan,” ujarnya.

Sementara itu, sesuai keterangan dari MB yang merupakan kakak kandung korban, peristiwa terjadi pada Rabu (28/10), sekitar pukul 11.00 Wit, saksi melihat korban sedang dimarahi oleh ibunya dengan alasan bahwa korban sering mengisap Lem ehabon, kemudian saksi bertanya kepada korban namun korban hanya diam.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here