Dugaan Pelanggaran ASN di Pilkada Surabaya, Ini Tanggapan Pemkot

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara

Indonesiainside.id, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menindaklanjuti surat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tentang rekomendasi penjatuhan sanksi disiplin kepada salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan pelanggaran netralitas dalam pilkada yang terjadi di luar wilayah Surabaya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara di Surabaya, Senin, mengatakan surat dari KASN tertanggal 15 April 2020 itu diterima Pemkot pada 8 Mei 2020 dan ditindaklanjuti pada 19 Juni 2020 dengan mengirimkan surat balasan kepada KASN terkait permohonan laporan data-data bukti pendukung terkait adanya dugaan pelanggaran ASN.

“Sejak menerima surat dari KASN, kita langsung menindaklanjuti dan mengajukan surat permohonan balasan kepada KSAN pada 19 Juni 2020 sebagai dasar pertimbangan kami untuk melakukan pemeriksaan dan menjatuhkan sanksi,” kata Febriadhitya.

Namun, lanjut dia, hingga hari ini, pihaknya mengaku belum menerima surat balasan dari KASN terkait pengajuan data laporan bukti pendukung adanya dugaan pelanggaran itu.

Untuk menjatuhkan sanksi disiplin kepada ASN, lanjut dia, harus dilakukan dengan prinsip keberimbangan serta mengutamakan azas kehati-hatian. Hal itu telah diatur dalam Peraturan Pemerintah 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai.

“Terkait surat rekomendasi dari KASN tentang penjatuhan sanksi kepada salah satu ASN sudah kami tindaklanjuti. Kami menunggu surat balasan dari KASN,” ujarnya.

Febriadhitya menjelaskan dalam surat rekomendasi itu KASN menduga bahwa salah satu ASN di lingkungan pemkot melakukan pelanggaran netralitas dalam pilkada yang terjadi di luar wilayah Surabaya. Sementara Pemkot Surabaya tidak memiliki resource atau kapasitas dalam mengawasi ASN di luar daerah.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here