Pemkab Mataram Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka

Seorang siswa sekolah menengah pertama, dengan didampingi ibunya, berpartisipasi dalam sesi pembelajaran daring dengan menggunakan koneksi internet gratis yang disediakan oleh seorang warga di tengah merebaknya wabah COVID-19 di Depok Mulya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). Xinhua/Agung Kuncahya B.

Indonesiainside.id, Jakarta – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, sampai saat ini belum bisa mengeluarkan izin pembukaan sekolah untuk kegiatan proses belajar mengajar (PBM) dengan tatap muka selama pandemi COVID-19.

“Kasus COVID-19, di Mataram saat ini memang sudah terkendali. Tapi harus tetap waspada bukan semakin mengabaikan,” kata Wali Kota Mataram yang juga menjadi Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram di Mataram, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi status COVID-19 Kota Mataram yang sudah menjadi zona kuning (risiko ringan), sehingga memungkinkan untuk membuka PBM tatap muka seperti sejumlah kabupaten/kota lainnya di daerah ini.

Sebagai Ketua Gugus COVID-19, katanya, pihaknya bertanggung jawab untuk melaksanakan program pencegahan dan penegakan disiplin COVID-19. Karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan kinerja untuk melakukan pencegahan dan penanganan.

“Apalagi, kita tahu COVID-19 di daerah-daerah lain masih tinggi, sehingga memungkinkan terjadi penyebaran penularan, mengingat Kota Mataram sebagai episentrum semua kegiatan. Jadi kita harus tetap waspada dan hati-hati,” katanya.

Terkait dengan itu, kalau siswa masuk sekolah, harus dipastikan anak-anak, guru dan tenaga administrasi di sekolah non-reaktif COVID-19.

“Jadi kita harus siapkan untuk kegiatan tes cepat (rapid test) COVID-19, baik kepada siswa, guru, maupun tenaga administrasi lainnya,” katanya.

Sementara, kata wali kota, jumlah siswa se-Kota Mataram yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kota Mataram sekitar 60 ribu siswa, baik yang ada di tingkat TK, SD maupun SMP.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here