Penyelewengan Proses Lelang Jalan bypass Bandara Internasional Lombok Diusut Kejaksaan

Bandara Internasional Lombok

Indonesiainside.id, Jakarta – Intelijen Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat mulai melakukan telaah terhadap laporan dugaan penyelewengan yang muncul dalam proses lelang proyek pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Sekarang berkas laporannya sudah di intel dan lagi ditelaah. Jadi analisa dulu apa laporannya,” kata Juru Bicara Kejaksan Tinggi NTB, Dedi Irawan, di Mataram, Selasa(17/11).

Laporan yang datang dari masyarakat ini diwakilkan Ade Muchlis, pengacara dari Mataram. Kepada wartawan dia mengatakan bahwa dalam laporannya disebutkan ada indikasi penyimpangan prosedur lelang dan persaingan usaha yang tidak sehat.

“Ada proses yang tidak transparan kemudian di situ ada perusahaan yang tidak memenuhi syarat tapi menang lelang,” kata dia.

Ia jelaskan proyek kontrak tahun jamak yang dibagi dalam tiga paket pengadaan ini memiliki syarat lelang yang sama. Hampir seluruh syarat yang dicantumkan para perusahaan untuk ikut dalam proses lelang ketiga paket tersebut juga sama.

“Tapi kenapa perusahaan yang sebelumnya telah dinyatakan gugur pada paket pertama, bisa menang di paket kedua. Begitu juga nama perusahaan yang dinyatakan gugur pada paket kedua, kenapa bisa menang di paket pertama,” ujarnya.

Karena itu, mereka patut menduga ada gratifikasi atau bentuk pemufakatan jahat dalam proses lelang tersebut.

“Makanya yang kita laporkan itu itu adalah pokja (kelompok kerja) dari Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah NTB. Dasar kami sebagai masyarakat melaporkan itu sesuai pasal 41 UU Tipikor,” ucapnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here