Kejari Sampang Usut Kasus Penyimpangan Bantuan PKH

Kasi Intel Kejari Sampang Ivan Kusuma Yuda. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Sampang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Jawa Timur, mengusut kasus dugaan pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaporkan warga ke institusi itu.

Kasi Intel Kejari Sampang Ivan Kusuma Yuda di Sampang, Kamis, menjelaskan, dugaan kasus pemotongan bantuan PKH itu terjadi di Desa Gunung Maddah, Kecamatan Kota Sampang.

“Laporan tentang kasus ini disampaikan beberapa hari lalu, dan saat ini kami mulai melakukan pengumpulan bahan keterangan dari sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini,” kata Ivan.

Sesuai laporan, dugaan pemotongan dana PKH diduga dilakukan oleh ketua kelompok penerima program sekaligus menjabat sebagai oknum perangkat desa.

Dia berinisial H, Ketua RT Dusun Ruberuh, Desa Gunung Maddah, Sampang.

Dugaan pemotongan dana itu dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anti Korupsi Sampang.

Menurut Juru Bicara LSM Anti Korupsi Amir Hamzah, penyelewengan PKH Desa Gunung Maddah yang dilaporkannya berlangsung lama sejak tahun 2017 hingga 2020. Dana bantuan PKH yang diterima masyarakat pra-sejatera tidak utuh sesuai nominal penerima manfaat. Rata-rata pemotongan bervariatif.

Keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan PKH yang mendapatkan bantuan Rp1,9 juta dan dipotong Rp400 ribu. Juga, ada penerima bantuan dari Rp500 ribu dipotong Rp200 ribu.

“Pemotongannya luar biasa, nominal yang diterima masyarakat tidak sama dengan jumlah aslinya, jadi oknum perangkat desa ini sekaligus ketua kelompok penerima,” kata Amir.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here