Suhu Panas di Yogyakarta Akan Menyengat hingga Akhir November

Suhu panas. Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (29/10/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/nz. (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)

Indonesiainside.id, Yogyakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, memprakirakan suhu udara panas yang terasa di Daerah Istimewa Yogyakarta akan bertahan hingga akhir November 2020.

“Saat ini DIY secara keseluruhan sudah masuk awal musim hujan. Suhu udara maksimal yang panas ini jika kita analisis secara meteorologis masih dalam kondisi normal,” kata Kepala Stasiun Klimatologo BMKG Yogyakarta, Reny Kraningtyas di Yogyakarta, Jumat (20/11).

Menurut Reny, suhu udara yang diperkirakan terasa sampai akhir November 2020 di wilayah DIY masih dalam kategori normal karena masih di kisaran 30-35 derajat Celcius.
Suhu dikatakan ekstrem, menurut dia, apabila lebih besar dari 35 derajat Celcius.

Ia menegaskan bahwa suhu udara yang terasa panas itu tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi. Apalagi, suhu udara panas ini tidak hanya dirasakan di DIY, namun juga di DKI Jakarta, Jawa Tengah, NTT, serta sejumlah wilayah lainnya.

Menurut dia, suhu udara panas itu dipicu munculnya angin timuran yang bertiup menuju wilayah Indonesia pada awal November. Angin timuran ini bersifat kering sehingga tidak banyak membawa uap air yang mengakibatkan pembentukan awan-awan hujan menjadi menurun.

“Dengan pertumbuhan awan hujan yang sedikit ini maka radiasi matahari yang diterima bumi cukup optimal untuk memanaskan suhu udara di permukaan bumi. Apalagi saat ini posisi matahari sedang berada di selatan katulistiwa,” kata dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here