Basarah Dilaporkan ke Bawaslu

Pelapor Ahmad Basarah, Kapten Indonesia Oktoberiandi dari Tim Advokat Peduli Soeharto (TAPS) melaporkan Jubir TKN Jokowi-Amin tersebut ke Bawaslu. Foto: Istimewa.

Sebagai Jubir TKN Jokowi-Amin, ia diduga melanggar UU Pem:ilu. Pasal apa yang dapat menjeratnya?

Indonesiainside.id, Jakarta — Tim Advokat Peduli Soeharto (TAPS) melaporkan Jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Ahmad Basarah, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait pernyataanya bahwa Soeharto sebagai guru korupsi.

Pelapor dari TAPS atas nama Kapten Indonesia Oktoberiandi mengatakan, Ahmad Basarah diduga telah melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf c Jo. Pasal 521 Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Dalam statement tersebut, Ahmad Basarah menyatakan bahwa “Jadi guru dari korupsi Indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo”.

“Hal ini merupakan pernyataan yang tidak berdasar dan tidak memiliki fakta hukum sama sekali, sehingga perlu ditindaklanjuti secara hukum,” ujar Oktoberiandi.

Ia menuturkan, tujuan pelaporan ini adalah mencegah seorang politisi atau kalangan lainnya agar tidak melakukan hal yang serupa di kemudian hari terhadap mantan Presiden Republik Indonesia atau Tokoh Nasional lainnya.

“Bagaimanapun Presiden Soeharto telah berjasa di Indonesia selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia,” katanya.

Karena itu, TAPS melaporkan Basarah ke Bawaslu RI agar dapat diperiksa dan dikenakan sanksi hukum.

“Sebab, patut diduga telah melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf c Jo. Pasal 521 Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” tandasnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here