Formappi: Presiden Tak Pantas Apresiasi Kinerja DPR

Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2019
Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2019, Jumat (16/8). Foto: Istimewa

Oleh: Rudi Hasan

Indonesiainside.id, Jakarta – Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menganggap apresiasi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kinerja DPR, tidak seharusnya dilakukan. Pasalnya, dia menilai kinerja anggota DPR periode 2014-2019 justru terburuk sepanjang sejarah era reformasi.

“Yang paling buruk (kinerjanya), ya periode ini (2014-2019),” kata Lucius di Jakarta, Jumat (16/8).

Menurut dia, DPR tersandera target pembuatan undang-undang. Dalam daftarnya, ada 189 rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan DPR. Sementara, sejauh ini yang baru disahkan menjadi undang-undang hanya 27 RUU.

“Itu pencapaian paling rendah yang pernah ditorehkan oleh DPR selama era reformasi,” kata Lucius.

Kendati demikian, Lucius memandang pujian Jokowi atas kinerja DPR masih dalam batas kewajaran. Pasalnya, posisi Jokowi mengungkapkannya dalam sidang MPR yang hanya diadakannya setahun sekali.

Apalagi, Jokowi hadir di “markas” legislatif sebagai tamu. Karenanya, akan menjadi lucu saja jika kepala negara malah mengutarakan sesuatu yang bersikap kontradiktif bagi lembaga legislatif.

Lucius juga menyinggung soal studi banding yang diutarakan Jokowi dalam pidatonya. Menurut dia, Jokowi memang perlu menyampaikan hal itu.

Dalam pidatonya, kepala negara memang menyinggung kebiasaan wakil rakyat tersebut. Dia berpandangan, studi banding ke luar negeri memang tidak perlu sering-sering dilakukan. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here