Penetapan Mulan Jameela Sebagai Anggota DPR Berbuntut Panjang

mulan
Mulan Jameela. Foto: Instagram

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Penetapan empat caleg Gerindra oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi anggota DPR berbuntut panjang. Mereka adalah Mulan Jameela (Dapil Jabar XI) menggantikan Ervin Luthfi dan Fahrul Rozi, Katherine (Dapil Kalbar I) menggantikan Yusid Toyib, Yan Parmenas Mandenas (Dapil Papua) menggantikan Steven Abraham, dan Sugiono (Dapil Jateng I) menggantikan Sigit Ibnugroho Saraspromo.

Caleg Partai Gerindra yang diganti itu mengancam akan menggugat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai. Seperti Yusid Toyib (dapil Kalimantan Barat I).

Yusid menggugat karena namanya digantikan Katherine. Penetapan itu tertuang dalam surat keputusan KPU nomor 1341/PL.01.9-Kpt/06/KPU/IX/2019. Yusid disebut telah diberhentikan sebagai kader Gerindra.

Yosid mengaku tak terima dan akan menggugat Gerindra dan KPU ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Rencananya, gugatan akan dilayangkan hari Senin (23/9).

“Kalau ke PTUN itu kami meminta jangan sampai dilantik. Kalau dilantik ya percuma juga. Saya nggak ada (minta) kompensasi. Pokoknya karena keputusan sepihak kami diberhentikan (Gerindra) dan saya tidak melihat SK pemberhentian,” kata Yusid, Ahad (22!9).

Hal serupa dirasakan Ervin Luthfi. Melalui Jurubicaranya, Dedi Kurniawan, Ia mengaku akan didampingi puluhan pengacara menggugat Partai Gerindra dan KPU ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ia juga akan melayangkan gugatan pada Senin (23/9) besok.

Dedi mengatakan, KPU telah membuat keputusan yang bertentangan dengan Undang-Undang. Hanya dasar surat dari DPP Gerindra, KPU membuat Surat Keputusan baru (mencoret dan menetapkan Mulan Jameela sebagai anggota legislatif terpilih menggantikan Ervin).

“Lebih dari sepuluh (pengacara), ini sedang konsolidasi,” Kata Ervin kepada wartawan, Ahad (22/9).

Menurut dia, penggantian sepihak itu juga sudah melanggar AD/ART partai. Karena pemecatan keanggotaan partai harus berdasarkan AD/ART. Ada prosedur dan tahapannya.

Dia menuturkan, seharusnya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan Mulan Jameela CS. Ini karena sengketa pemilu bukan bukan ranah PN Jaksel, tapi wilayah Mahkamah Konstitusi (MK).

“Celakanya PN Jaksel mengabulkan, tidak paham, apalagi dalam amar putusan meminta tergugat mengabulkan permintaan penggugat. Itu dari mana? Pengadilan tidak boleh berasumsi. Tidak ada istilah meminta supaya DPP Partai Gerindra menetapkan penggugat supaya menjadi anggota DPR RI, ngawur itu,” katanya.

Mulan Jameela cs sebelumnya menggugat DPP Partai Gerindra dan KPU ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar diloloskan menjadi anggota DPR. Gugatan itu kemudian dimenangkan hakim.

Dalam surat keputusan penetapannya KPU menyatakan, Yusid cs diganti karena mereka diberhentikan oleh partai. Sedangkan, Yusid mengaku dirinya belum menerima surat pemberhentian tersebut. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here