Politikus Gerindra Kecewa Krisis Papua Tidak Tertangani

Andre Rosiade dan Jokowi
Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, berfoto bersama Jokowi. (Foto: Instagram)

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota DPR terpilih dari Sumatera Barat I, Andre Rosiade, kecewa dengan sikap pemerintah menangani krisis kemanusiaan di Wamena, Jayawijaya, Papua. Terlebih lagi, banyak warga pendatang yang menjadi korban.

Dia meminta agar Presiden Jokowi memperhatikan warga perantau yang kini tengah mengungsi. Menurut Andre, ada 1.500 Warga Sumatera Barat yang saat ini masih mengungsi. Ini belum Lagi para perantau dari daerah lain.

“Toko-toko mereka dijarah. Sekarang mereka berlindung di kantor Kodim dan Polres. Saya mohon tindakan kongkret dari pemerintah Pak Jokowi agar segera pulihkan kembali situasi keamanan Kota Wamena,” tulis Andre di akun resminya, Sabtu (28/9).

Sampai saat ini, Andre menilai pemerintah belum melakukan langkah kongkret dari peristiwa berdarah yang telah menewaskan 33 orang. Di mana sembilan di antaranya adalah perantau asal Minang, Sumatera Barat.

“Mereka ada yang dibakar, bahkan balita usia 3 tahun kepalanya dikampak. Total 10 ribu warga mengungsi,” ujar Andre.

Dia menegaskan, tugas pemerintah sesuai dengan UUD 1945 adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Dia mendesak agar pemerintah tidak melalaikan amanat UUD 1945 dan dalam melaksanakan konstitusi.

“Segera bekerja lindungi rakyat anda. Kalau memang tidak mampu, jangan jadi Presiden atau silakan mundur,” demikian Andre.

Fakta ini dibenarkan oleh Direktur Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT), Lukman Azis Kurniawan. Saat dihubungi dari Jakarta, Aziz membenarkan bawah korban terbanyak adalah warga keturunan Bugis, Sulawesi Selatan dan Padang, Sumatera Barat.

“Dua itu suku terbanyak, mungkin suku-suku lain juga. Dari jawa juga banyak dari sana,” ujar Aziz malam ini. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here