DPD Alot, Paripurna Pemilihan Ketua MPR Ditunda

Ketua Mahkamah Agung (MA) M Hatta Ali (ketiga kiri) memberi ucapan selamat kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 Ketua Puan Maharani (kiri), Wakil Ketua M Aziz Syamsuddin (keempat kiri), Sufmi Dasco Ahmad (ketiga kanan), Rachmad Gobel (kedua kanan) dan Muhaimin Iskandar (kanan) usai pelantikan dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10). Foto: Antara

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Sidang Paripurna MPR menyepakati penundaan pemilihan pimpinan untuk periode 2019-2024. Ini karena kelompok DPD Belum mengajukan nama calon yang ditunjuk duduk di kursi pimpinan MPR.

Semua anggota parlemen lalu bersepakat pemilihan pimpinan MPR akan digelar pada Kamis (3/10) besok. Pimpinan sementara MPR, Abdul Wahab Dalimunthe, mengatakan, persiapan pemilihan pimpinan hingga penetapan Ketua dan Wakil Ketua MPR akan digelar esok hari.

“Batas waktu dan mekanisme pengusulan nama bakal calon pimpinan MPR dari masing-masing fraksi dan kelompok DPD, musyawarah untuk menetapkan ketua dan wakil ketua MPR, dan sidang paripurna MPR dengan agenda penyampaian bakal calon pimpinan MPR dari masing-masing fraksi dan kelompok DPD,” katanya.

Setelah palu diketok, sidang hujani interupsi. Fraksi-fraksi merasa keberatan lantaran kelompok DPD belum memutuskan siapa yang akan diajukan sebagai pimpinan MPR. Bahkan, ada pernyataan pasti kapan DPD menyerahkan mengajukan usulan calon pimpinan MPR.

Anggota F-Golkar, Idris Laena, mengusulkan agar agenda jadwal sidang disahkan, dengan catatan memberikan kesempatan kepada DPD untuk membicarakan bakal calon pimpinan. Menurut dia, itu keputusan fleksibel.

“Dengan demikian, maka akan menjadi fleksibel. Tetapi paripurna ini adalah forum pengambilan keputusan tertinggi, disahkan dengan catatan,” kata Idris.

Interupsi-interupsi juga datang dari fraksi lain. Bahkan ruangan sempat terdengar riuh lantaran saling berebut mikrofon.

Sebagai pimpinan sementara sidang, Abdul meminta semua anggota agar anggota tidak saling berebutan interupsi. Dia mengingatkan bahwa aktivitas mereka saat itu sedang disorot oleh media dan disaksikan masyarakat.

“Jangan nanti jadi berita. Bermain sandiwara kita di sini. Kita ini disorot. Sudah cukup, ini cuma pimpinan sementara, nanti kalau sudah ditetapkan baru ajukan keberatan kalian itu. Suara suara yang saya tidak dengarkan, Allah yang mendengarkan, ” katanya. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here