Rapat Paripurna MPR Baru, Hujan Interupsi Juga Ada yang Menangis

rapat paripurna DPR
Rapat Paripurna MPR di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu (2/10). Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Rapat Paripurna kedua MPR yang mengagendakan pembentukan fraksi-fraksi dan kelompok DPD dihujani Interupsi, bahkan ada anggota DPR RI yang mencucurkan air mata. Acara itu digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/10).

Mulanya, anggota dewan tak sepakat lantaran hanya satu pimpinan MPR sementara yang memimpin rapat. Seharusnya sidang dipimpin oleh dua pimpinan, yakni tertua dan termuda.

Saat sidsng akan dimulai, Sabam Sirait sebagai anggota tertua tak hadir karena alasan kesehatan. Maka, anggota MPR Fraksi Nasdem, Hillary Brigitta Lasut, berinisiatif memimpin rapat selalu anggota termuda.

Namun, keputusan itu tak diterima anggota MPR yang hadir. Anggota MPR mengatakan sidang dipimpin oleh satu orang pimpinan tidak ada aturannya.

“Konstitusi mengatur harus dipimpin yang tertua dan yang termuda. Kami mohon ditunjukkan aturannya,” ujar Anggota MPR Fraksi Golkar, Adies Kadir.

Hillary belum sempat menjawab, anggota lain kembali mengacungkan tangan. Anggota MPR Fraksi PAN, Yandri Susanto, mengatakan bahwa perlu ada permufakatan antar semua anggota yang hadir. Dia mengusulkan agar mengskor sidang, memanggil, dan mengumpulkan unsur di MKD, dan unsur fraksi.

“Kalau memang diganti ya diganti, kalau diteruskan, ya kita cari celah hukumnya. Fraksi PAN mengusulkan untuk dilakukan lobi-lobi,” ujar Yandri.

“Karena itu, rapat kita skors, tok!” kala Hillary mengetuk palu menskors rapat.

Rapat kemudian dibuka saat Sabam tiba di ruang rapat. Namun, hujan interupsi masih terus dilontarkan. Interupsi itu meminta agar Sabam selalu pimpinan segera mengesahkan Jadwal sidang dan menentukan fraksi dan kelompok DPD.

rapat paripurna DPR
Suasana Rapat Paripurna MPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (2/10). Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Fraksi-fraksi menyesalkan sikap DPD yang belum menyetujui ketua hingga sekretaris yang diurus ke DPD. Di tengah perdebatan itu, tiba-tiba anggota MPR Fraksi PDIP, Jimmy Damianus Ijie, meminta agar semua anggota menghentikan kegaduhan.

“Kenapa kita sibuk memperebutkan kursi kekuasaan, sementara Papua sedang menderita. Banyak pengungsi pak,” kata Jimmy sambil menangis. Bahkan ia sempat terdiam beberapa saat lantaran tak bisa menahan air mata.

Selanjutnya, Sabam kemudian meminta semua anggota agar tidak saling berebutan interupsi. Dia mengingatkan bahwa aktivitas mereka saat itu sedang disorot oleh media dan disaksikan masyarakat.

“Jangan nanti jadi berita. Bermain sandiwara kita di sini. Kita ini disorot. Sudah cukup, ini cuma pimpinan sementara, nanti kalau sudah ditetapkan baru ajukan keberatan kalian itu. Suara suara yang saya tidak dengarkan, Allah yang mendengarkan, ” kata Sabam menenangkan. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here