Sebelum Pelantikan Presiden, MPR Akan ‘Bergerilya’ ke Elite Partai

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan mengunjungi para petinggi partai politik (parpol) sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. Selain itu, MPR juga akan bersilaturahmi ke para tokoh bangsa.

“Kami akan berkunjung silaturahmi tidak saja kepada presiden yang akan dilantik tapi juga Pak Jusuf Kalla, Pak Prabowo Subianto, Pak Sandiaga Uno dan yang tepenting adalah kita mengunjungi mantan Presiden ada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Pak SBY,” kata Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (9/10).

Kunjungan itu sekaligus memberikan undangan pelantikan Jokowi-Ma’ruf. Rencana kunjungan itu telah dikomunikasikan langsung oleh wakil ketua MPR yang berhubungan langsung dengan para tokoh tersebut.

Ahmad Basarah diminta untuk menyampaikan niat pimpinan MPR tersebut, karena satu naungan partai politik. Sementara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), MPR mempercayakan kepada Syarief Hasan untuk menanyakan kesediannya bertemu dengan pimpinan MPR.

Sementara, Ahmad Muzani diberi tugas untuk menyampaikan ke Prabowo Subianto mengenai niat tersebut. Bamsoet mengatakan, pertemuan paling lambat akan digelar pekan ini.

“Tinggal nanti kepada Pak Presiden (Jokowi) saya minta tolong pada Pak Sekjen untuk komunikasi dengan protokol Istana agar kita juga bisa diagendakan,” kata Bamsoet.

MPR juga akan mengundang pimpinan para lembaga negara untuk membahas persiapan pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia berharap pelantikan berjalan khidmat, berjalan lancar, dan bisa menjadi satu image politik yang baik bagi dunia internasional.

“Minggu depan akan kami undang Kapolri, Kabin, Setneg, KPU, untuk bahas pelaksanaan pelantikan presiden dari berbagai sisi,” ucapnya.

Rencananya, pelantikan Jokowi-Ma’ruf akan digelar pukul 14.00 WIB pada 20 Oktober. Kesepakatan itu diambil dengan berbagai pertimbangan, salah satunya jika dilaksanakan pada 16.00 WIB akan mepet dengan waktu Shalat Magrib.

“Jadi sepakat mengusulkan kepada setjen MPR maupun protokol Istana dan presiden untuk dilakukan jam 2 siang,” kata Bamsoet. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here