Pengamat: Jokowi Tak Bisa Keluar Dari Cengkeraman Parpol

Jerry Sumampouw
Aktivis Jerry Sumampouw . Foto: Muhajir

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Aktivis sekaligus pengamat politik, Jerry Sumampouw, menilai pengaruh partai politik sangat kuat mencengkeram langkah Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam setiap kebijakan yang diambilnya. Akibatnya, Jokowi tidak bisa memutuskan kebijakan yang berseberangan atau berlawanan dengan keinginan parpol pendukungnya, dan ini sinyal berbahaya bagi masyarakat yang telah memilihnya.

“Jokowi tidak bisa keluar dari cengkeraman yang diberikan partai politik. Ini terbukti dalam kebijakannya akhir-akhir ini,” kata Jerry dalam sebuah diskusi di Kantor Formappi, Jakarta, Senin (14/10).

Dia mengatakan, Jokowi saat ini seharusnya lebih percaya diri untuk membuat keputusan dibanding periode pertamanya. Hal itu karena Jokowi tak lagi memiliki kepentingan untuk kembali mencalonkan diri pada tahun 2024 nanti, saat akhir masa jabatannya yang kedua.

“Tapi yang terjadi berbeda. Ini malah terlihat tidak percaya diri. Seharusnya lebih percaya diri untuk mendorong menyejahterakan masyarakat dan memenuhi janji-janjinya,” kata dia.

Jerry khawatir, karakter Jokowi sebenarnya justru baru terlihat pada periode kedua. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak lagi memiliki kepentingan untuk mencuri hati masyarakat. Ini karena hal itu telah dilakukan lima tahun terakhir untuk kepentingan pencalonan Pilpres 2019.

“Dulu masyarakat pilih jokowi karena lebih percaya untuk mendorong agenda reformasi, karena tidak punya kepentingan lagi. Ko beda, Jokowi kok sangat takut dengan partai politik. Dengan mudah menerima agenda politik yang ditawarkan kepadanya,” kata dia.

Situasi ini sangat berbeda dengan asumsi publik sebelum Pilpres digelar. Masyarakat berharap Jokowi akan tegas berhadap dengan partai politik, tapi yang terjadi justru berbeda.

“(Jokowi) ko takut sekali dengan partai politik,” kata dia. Maka itu, dia meminta agar bersatu mendorong Jokowi untuk kembali kepada berpihak kepada masyarakat.

“Boleh mendengar partai politik, jangan terlalu mendalam, jangan terlalu cinta mati,” ucap dia. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here