Soal Perppu KPK, Ray Rangkuti: Sudah Ada Dipenjara dan Mati, Presiden Masih Diam?

Pengamat politik Ray Rangkuti dalam diskusi Formappi di Jakarta, Senin (14/10). Foto: Muhajir

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, mengungkap alasan Presiden Jokowi tak kunjung mengeluarkan Perppu KPK. Padahal, Jokowi memiliki kekuatan secara konstitusional.

“Perppu ini terlihat ditunda karena ada partai politik yang menolak. PDI Perjuangan dan NasDem,” kata Ray dalam sebuah diskusi di Kantor Formappi, Jakarta, Senin (14/10).

Menurut dia, dua partai politik itu sangat berperan penting dalam mengambil keputusan. Apalagi, dua partai itu dengan tegas menolak Perppu KPK.

“Itu yang saya kira sampai sekarang tak kunjung mengeluarkan Perppu. Sebenarnya secara konstitusional dan politik cukup alasan untuk mengeluarkan Perppu,” kata dia.

Dia menjelaskan, Perppu merupakan hak subjektif Presiden yang nantinya dapat diterima atau ditolak DPR. Sebagai hak subjektif Presiden, Ray mengatakan presiden tidak bisa diimpeach sebagaimana anggapan ketum NasDem, Surya Paloh.

Segala sesuatu kewenenangan yang diberikan UUD 1945 dan dijalankan dengan niat baik tidak bisa dihukum. Maka, sebenarnya kedua partai itu punya hak mengintervensi Jokowi dalam menggunakan hak konstitusionalnya itu.

“Tapi faktanya sampai saat ini belum mengeluarkan sampai saat ini. Asumsi yang saya bangun, beliau tidak berjuang sesuai amanah publik, tapi amanah parpol,” kata dia.

Dia mengatakan, masyarakat bisa menyesal lantaran telah memilih presiden yang memilih bekerja untuk partai. Presiden yang pasang badan untuk mengamankan kebijakan parpol.

“Presiden bekerja mengamankan kebaikan partai. Tidak partai yang mengamankan kebijakan presiden,” ujarnya.

Padahal, perjuangan masyarakat dalam menolak UU KPK baru dan desakan Jokowi mengeluarkan Perppu Sudah memakan korban. Bahkan, ada yang dijebloskan ke penjara dan ada yang meninggal dunia.

“Ada sekian orang yang dipenjara karena memperjuangkan Perppu dan sekian orang meninggal dunia karena memperjuangkan Perppu ini, setidaknya lima mahasiswa meninggal dunia,” kata dia. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here