Prabowo Gabung Pemerintah, Tifatul Sembiring Menulis Pantun

tifatul sembiring
Polikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring. Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menohok kawan seiring. Sebuah pantun tak sekadar goresan oleh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring.

Lewat pantun di media sosial (medsos) Twitter, Tifatul seolah menyoraki Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sedang hangat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Para warganet pun ikut berkomentar atas pantun mantan Presiden PKS tersebut.

Pantun Tifatul di akun resminya memang menggelitik. Renyah dan penuh makna. Meski tidak menyebutkan nama siapa yang dimaksud, memang tidak perlu.

Publik sudah tahu, apalagi bagi warganet yang melek internet. Mereka mengartikulasikan pantun itu untuk Prabowo yang baru saja bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf. Begini pantunnya;

“Kusangka bertiup angin semilir, ternyata suara binatang piaraan. Kusangka dia singa padang pasir, ternyata cuma kucing rumahan,” tulis Tifatul, Senin (21/10).

Oleh seorang netizen, pantun ini dimaknai dengan sikap Prabowo yang legawa menerina kekalahan. Ada harapan kepada Prabowo untuk memperkuat dan memperbaiki pemerintahan dari dalam.

“Level tertinggi dari kedewasaan adalah mau menerima kekalahan, berkolaborasi memperbaiki dari dalam. Kucing itu bukan kucing biasa. Mentalnya diatas rata2 manusia,” tulis @Julian303.

Beda dengan akun @MuizRaja13, dia malah membalasnya dengan pantun pula. “Ikan asin ikan teri.. kirain presiden eh taunya menteri.. semangkuk kolak dimakan berdua.. kirain nolak eh taunya nerima.”

Lalu, akun YogaAdit25 membalas: “Bagi Prabowo, tak ada rotan akar pun jadi.” Meski sudah saling berbalas pantun, masih ada juga yang dengan polosnya bertanya kepada Tifatul.

“Ini maksudnya Pak @prabowo kah, Ustadz?,” kata @akhrakhmatsaiful.

Bukan pantun ini saja yang ramai dikomentari warganet. Saat Prabowo bertemu Surya Paloh, Tifatul juga menulis sebuah pantun. Entah yang dimaksud pertemuan Prabowo dan Surya Paloh atau hanya kebetulan. Namun, ada momen yang menakutkannya.

“Sibuk kali abang penjual mangga/
Badannya besar wajahnya berewok/
Sibuk kali abang ketemu tetangga/
Sampai awakpun tak di-tengok2/” tulis Tifatul.

Pantun ini ditulis pada Senin (14/10), pukul 18.46 WIB. Sementara pertemuan Prabowo dan Paloh digelar pada Ahad malam (13/10). Mungkinkah berkaitan? Atau kebetulan?

Mengenai kicauannya di Twiter soal kucing, Tifatul secara tidak langsung memberi klarifikasi. Menurut dia, kicauan dalam bentuk pantun itu tidak ada kaitannya dengan politik.

“Aku tuh sukaknya nonton Animal Planet. Aku tuh nggak sukak yaa, apa apa dihubungin dengan politik, apa apa dihubungin dengan politik…” (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here