Mengejutkan, Menteri Agama Dijabat Mantan Wakil Panglima TNI Fachrul Razi

Namun, yang paling mengejutkan adalah penempatan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi karena duduk sebagai Menteri Agama.
Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi. Foto: Antara

Indonesiainside.id, JakartaPresiden Joko Widodo selesai mengumumkan nama-nama menterinya di Kabinet Indonesia Maju. Namun, yang paling mengejutkan adalah penempatan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi karena duduk sebagai Menteri Agama.

Meski bukan kali pertama jabatan menteri agama dijabat dari kalangan militer. Sebelumnya, pernah ada Letjen (purn) Alamsyah Ratoe Perwiranegara yang menjadi Menag antara tahun 1978 hingga 1983. Ini terjadi di era Presiden Soeharto.

Penempatan Fachrul Razi sebagai Menag sebenarnya sudah beredar dua hari sebelumnya. Namun, publik masih menduga-duga. Terlebih lagi, usai bertemu dengan Presiden Jokowi, Fachrul mengaku berdiskusi soal keamanan, pendidikan, masalah pembangunan sumber daya manusia.

“Saya diminta bergabung dalam Kabinet Kerja jilid II, posisinya apa saya tidak tahu yang jelas banyak bercerita soal keamanan, pendidikan, masalah pembangunan sumber daya manusia, saya sulit menebak SDM,” kata Fachrul seusai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kerpesidenan Jakarta, Selasa siang (22/10).

Siapa sebenarnya sosok Menag yang menggantikan jatah dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selama dua periode terakhir ini? Sebelumnya, dijabat Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali lalu digantikan kader PPP Lukman Hakim Saifuddin.

Kini, Menag bukan lagi jatah dari partai atau dari ormas Islam. Namun, murni profesional berlatar belakang militer.
“Saya bukan mewakili partai, tapi ya mungkin saya profesional ya saya kira itu,” kata Fachrul.

Fachrul bukan orang lain bagi Jokowi. Dia adalah Ketua Umum DPP Perhimpunan Bravo-5. Pria kelahiran Banda Aceh, 26 Juli 1947 ini adalah lulusan Akademi Militer 1970.

Dia merupakan tentara infanteri tulen, teman satu angkatan mantan Menko Kemaritiman Jenderal TNI (HOR) Purn Luhut Binsar Pandjaitan (LBP). Sudah bisa diduga dari mana nama sosok ini muncul di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

Fachrul pernah menjabat sebagai Wakil Panglima TNI di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (1999-2000). Dia juga pernah bergabung ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) besutan Wiranto.

Lewat organisasi Bravo-5, Fachrul ikut mengawal duet kepemimpinan Jokowi-KH Ma’ruf Amin hingga 2024. Organisasi ini menjadi relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang dibidani oleh Luhut pada Pilpres 2014 itu.

Selain memimpin ormas Bravo-5, dia masih tercatat sebagai Komisaris Utama di BUMN PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, 7 Oktober 2015. Selain itu, Komisaris Holding Company pada PT Toba Sejahtera (2005-sekarang) dan Komisaris Utama CP Prima (2010-sekarang). (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here