Edy Mulyadi: Isu Radikalisme Hanya Pengalihan Isu

Indonesiainside.id, Jakarta – Wartawan senior sekaligus Sekjen GNPF-Ulama, Edy Mulyadi, menilai stigma radikalisme hanya pengalihan isu untuk menutupi ragam masalah yang tengah melilit bangsa. Ia menilai Presiden Jokowi sengaja mengalihkan perhatian masyarakat dengan meminta para menterinya melempar isu radikalisme.

“Yang membuat darah naik ke ubun-ubun, tudingan radikalisme para pejabat publik diarahkan kepada Islam dan ummat Islam,” kata Edy kepada Indonesiainside.id di Jakarta, Kamis (7/11).

Dia menyentil Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, yang dalam pengakuannya mendapat perintah dari Jokowi untuk memerangi radikalisme. Tak hanya itu, Menko Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, juga berkoar akan memerangi radikalisme.

Namun, Edy memandang narasi radikalisme yang dinyanyikan para menteri baru tentu bukan tanpa sebab. Ia menyebut isu tersebut sengaja dilempar ke publik sebagai upaya pengalihan isu karena pemerintah tidak mampu mengatasi masalah yang dihadapi negara.

“Jadi, sudahlah. Berhentilah rezim ini menebar stigma radikalisme terhadap Islam dan umat Islam. Masalah yang Indonesia hadapi sama sekali bukan radikalisme. Masalah kita adalah ekonomi yang terpuruk, pendapatan rakyat merosot, beban hidup yang teramat berat,” katanya.

Selain itu, kata Edy, masalah superberat lain adalah korupsi yang begitu massif merenggut hak-hak rakyat. Menurut dia, para pelaku korupsi adalah mereka yang selama ini paling berteriak ‘saya pancasila, NKRI harga mati’. “Mereka itulah yang radikal yang sesungguhnya,” ucapnya.

Dia lalu meminta agar semua menteri sebaiknya bekerja bahu-membahu meningkatkan ekonomi di Indonesia dan memerangi korupsi. Bukan malah sebaliknya, membiarkan koruptor berkeliaran dengan melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dengan begitu, barulah kita boleh berharap rakyat bisa hidup sejahtera,” ujar dia. (EP)

Berita terkait

Laporan Pembakaran Bendera Belum Diterima, Tapi Korlap Aksi Sudah Diperiksa Polda

Indonesiainside.id, Jakarta - Polda Metro Jaya mengatakan belum menerima laporan apapun terkait aksi pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada saat demonstrasi massa...

Persatukan Bangsa Lewat Dakwah, Kepala BNPT: Ulama Berperan Penting

Indonesiainside.id, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan ulama memiliki peran penting untuk mempersatukan bangsa lewat dakwah....

Ketua MUI: Radikalisme Menyimpang dari Islam

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Yusnar Yusuf Rangkuti mengatakan paham radikal terorisme adalah sesuatu ajaran...

Koperasi Syariah 212 Tegaskan Bukan Termasuk Pinjaman Online ilegal

Indonesiainside.id, Jakarta - Koperasi Syariah 212 (KS212) menegaskan bahwa bukan termasuk aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang melakukan penawaran pinjaman online ilegal. Aplikasi Koperasi...

Sumsel Sepakat Tangkal Terorisme dan Radikalisme di Negara ASEAN

Indonesiainside.id, Palembang — Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan sepakat dengan kerja sama ASEAN Our Eyes Working Group untuk menangkal terorisme dan radikalisme dalam rangka menjaga stabilitas,...

Pantau Radikalisme, Ini Langkah Tegas Pemerintah

Indonesiainside.id, Jakarta - Paham radikalisme di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dipantau dengan ketat. Untuk mencegah tumbuhnya benih-benih radikalisme di kalangan ASN, pada...

Waketum MUI: Radikalisme dan Terorisme Lagu Lama

Indonesiainside.id, Bangka - Dalam berbagai kesempatan dan forum, narasi-narasi kontra radikalisme dan deradikalisasi terus diulang-ulang. Bahkan, dalam forum Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7...

Tiga Dosa di Dunia Pendidikan versi Nadiem

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebutkan ada tiga dosa yang tidak bisa dimaafkan di dunia pendidikan. Karena itu, pihaknya...

Berita terkini

Yasonna Laoly: Ada Negara Eropa Halang-Halangi Ekstradisi Maria Pauline Lumowa

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menceritakan langkah gerak cepat yang dilakukan agar buronan kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp1,2 triliun,...
ads3 mekarsari

Buron 17 Tahun, Pembobol BNI Maria Pauline Tiba di Tanah Air

Indonesiainside.id, Jakarta - Buronan pembobol kas Bank BNI senilai Rp1,2 triliun (sebelumnya disebut Rp1,7 triliun) Maria Pauline Lumowa tiba di Tanah Air melalui Terminal...

Pengacara: Habib Bahar Jalani Sidang Perdana Gugatan Pencabutan Asimilasi

Indonesiainside.id, Jakarta - Kuasa Hukum Habib Bahar bin Smith, Ikhwan Tuankotta menjalani sidang perdana gugatan perdata atas pencabutan asimilasi kliennya dengan tergugat Kepala Badan...

Pemkot Bekasi Terbitkan Panduan Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

Indonesiainside.id, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 451/4323-Setda.Kessos Tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M....

Berita utama

Yasonna Laoly: Ada Negara Eropa Halang-Halangi Ekstradisi Maria Pauline Lumowa

Indonesiainside.id, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menceritakan langkah gerak cepat yang dilakukan agar buronan kasus pembobolan Bank BNI senilai Rp1,2 triliun,...

Maria Pauline Sukses Diekstradisi, Mahfud MD: Terima Kasih Serbia

Indonesiainside.id, Jakarta - Maria Pauline Lumowa (MPL) sudah di-rapid test dan memperoleh keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan Serbia sebelum diserahkan kepada pemerintah Indonesia, dalam...

Maria Pauline Lumowa Tiba di Bandara Soetta

Indonesiainside.id, Jakarta - Buronan kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa akhirnya tiba di Bandara Soekarno Hatta,Tangerang, Kamis (9/7). Maria dibekuk oleh NCB Interpol...

Syarief Hasan: Saya Minta Presiden Tegas Menolak RUU HIP, Bukan Ganti Nama Jadi RUU PIP

Indonesiainside.id, Jakarta - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta presiden untuk secara tegas mengumumkan kepada masyarakat bahwa pemerintah menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Dia...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here