Fungsionaris Golkar: Airlangga Urus Ekonomi Saja, Biarkan Bamsoet Jadi Ketum

Pelantikan Ketua MPR
Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto bersalaman setelah mulus menjadi Ketua MPR. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Fungsionaris Partai Golkar meminta agar Airlangga Hartarto fokus saja menjalan tugas sebagai Menko Perekonomian agar kondisi ekonomi nasional tidak semakin terpuruk. Ini karena Presiden Jokowi telah memberi peringatan Presiden Jokowi terkait perekonomian nasional yang tengah menghadapi gejolak perekonomian dunia.

“Mengingat beratnya tantangan ekonomi yang dihadapi Presiden Joko Widodo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, kami yakin jika keduanya bisa bekerjasama tanpa dicampuri urusan politik,” kata jurubicara Fungsionaris dan Pengurus Pleno DPP Partai Golkar, Ahmadi Noor Supit, di Jakarta, Kamis (7/11).

Ahmadi mengatakan, Jokowi dan Airlangga bisa fokus menghadapi guncangan ekonomi dunia dan menggerakkan perekonomian rakyat. Dengan kerjasama keduanya Indonesia bisa keluar dari bayang-bayang resesi ekonomi.

“Jangan pertaruhkan masa depan ekonomi Indonesia hanya karena urusan politik,” ujar Ahmadi.

Selain berbicara masalah ekonomi, Ahmadi juga menyinggung masalah Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada awal Desember 2019. Dia mengatakan, Munas sepenuhnya kewenangan internal rumah tangga Partai Golkar, sehingga Jokowi pasti tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apapun.

Pernyataan tersebut untuk menanggapi pujian Jokowi yang bernada dukungan kepada Airlangga dalam HUT ke-55 Partai Golkar. Ahmadi menganggap pujian itu hal biasa.

“Rule yang berlaku diinternal Partai Golkar, ya rule Partai Golkar. Kami juga yakin Presiden tidak ingin mengintervensi Partai Golkar,” ucapnya.

Ahmadi lalu menegaskan bahwa Bambang Soesatyo (Bamsoet) adalah kader yang paling tepat memimpin Golkar periode 2019-2024. Ia mengklaim mayoritas pengurus DPP, DPD provinsi dan kabupaten/kota serta organisasi di bahwa naungan Golkar mendukung Bamsoet. Atas dasar itu ia memastikan Bamsoet akan maju sebagai caketum Golkar.

Dukungan tersebut tak terlepas dari rekam jejak, pengalaman, kepemimpinan, dan kompetensi Bamsoet yang sudah terbukti dan teruji. Hal itu bisa dilihat dari kesuksesannya memimpin DPR.

“Kesuksesan ini harus diturunkan kepada Partai Golkar yang saat ini sedang berada di titik nadir,” kata dia menegaskan. 

Dari semua pengamalan itu, menurut Ahmadi, ti dan mengherankan jika Bamsoet terpilih menjadi Ketua MPR 2019-2024. Sementara, secara politik konstitusional, posisi MPR sebagai lembaga tinggi negara sejajar dengan lembaga kepresidenan.

“Konsekuensinya, Ketua Umum Partai Golkar yang menjabat Ketua MPR memiliki posisi tawar politik yang lebih kuat, dibandingkan seorang menteri yang sejatinya menjadi pembantu presiden. Sehingga di mata rakyat, Partai Golkar akan lebih mendapatkan tempat terhormat,” ujarnya.(EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here