Evaluasi Pilkada Langsung, Ketua MPR: Banyak Manfaat atau Mudaratnya?

bambang soesatyo
Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengatakan, pilkada secara langsung seringkali menimbulkan gesekan sampai memicu politik uang. Ini tentu akan berdampak pada kinerja kepala daerah yang mencalonkan diri.

Menurut dia, kepala daerah yang mencalonkan diri pasti akan mencari uang dalam jumlah yang besar. Ini karena pilkada dan kampanye membutuhkan ongkos yang besar.

Tak sampai di situ, jika terpilih kembali akan tersandera oleh kepentingan parpol pengusung dan kelompok yang terlibat dalam kemenangannya. Maka itu, dia akan sulit berkerja untuk kepentingan rakyat.

“Kita tidak bisa mengharapkan hal yang luar biasa dari kepala daerah: bupati, wali kota, gubernur, kalau untuk biaya mereka maju dan menang saja dibutuhkan puluhan, bahkan ratusan miliar,” kata Bamsoet di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/11).

Wacana evaluasi Pilkada Langsung ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Bamsoet mengatakan, wacana sudah dibahas sejak ia masih menjadi ketua DPR. Kala itu dia mendorong pada akademisi untuk mengkaji lagi apakah pilkada langsung memberikan manfaat.

“Lebih banyak manfaatnya atau lebih banyak mudaratnya?” kata Bamsoet. Dia mengatakan, jika terbukti banyak mudharat maka lebih baik segera dievaluasi.

“Kalau ternyata lebih banyak mudaratnya bagi rakyat kita, maka sudah seharusnya kita evaluasi melalui Undang-undang Pemilu. Tapi kalau lebih banyak manfaatnya bagi struktur demokrasi ya silakan dilanjutkan,” tutur Bamsoet. (EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here