Ahok Ditolak FSPPB, Luhut: Mungkin Mereka Tidak Mau Dibenarkan

Logo Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Foto: twitter

Indonesiainside.id, Jakarta – Dari kemarin hingga saat ini telah tersebar gambar dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu SPPB (FSPPB) yang diduga sebagai bentuk penolakan untuk kabar Ahok (BTP) yang kabarnya akan masuk sebagai direksi salah satu perusahaan BUMN yaitu PT Pertamina (Persero) itu. Saat dikonfirmasi oleh Indonesiainside.id, pihak FSPPB mengatakan gambar itu hanya menyampaikan pendapat semata.

“Digambar itu kami hanya menyampaikan pendapat. Pendapat mengenai siapa pun yang akan diputuskan menjadi direksi / komisaris PT Pertamina,” ujar Presiden FSPPBB, Arie Gumilar lewat pesan WhatsApp, Sabtu pagi (16/11).

Di lain kesempatan, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengemukakan pendapat mengenai pihak FSPPB yang tidak mendukung Ahok jadi direksi di perusahaan BUMN.

“Kalo ada orang baik (Ahok) masuk tapi orang lain tidak setuju, perlu dipertanyakan. Mungkin mereka tidak mau dibuat lurus dan dibersihkan, sama orang baik yang mau bikin lurus,” ujar Luhut, tadi malam (14/11) di Jakarta.

Sementara itu, secara mendalam, akhirnya Arie Gumilar mau menyampaikan alasan kenapa Ahok (BTP) tak pantas masuk. Menurut dia, PT Pertamina merupakan perusahaan yang memiliki konsentrasi tinggi karena mengolah energi ke seluruh Indonesia.

“Bisa dibayangkan kalau yang bersangkutan (Ahok) masuk ke Pertamina, kemudian ada kegaduhan di tubuh organisasi perusahaan. Maka ini akan berdampak pada pelayanan distribusi energi kepada masyarakat di seluruh pelosok negeri, menjadi terganggu,” ujar Arie.

Arie menambahkan, rekam jejak sikap dan prilaku Ahok yang selalu membuat keributan dan kegaduhan dimana-mana. Bahkan menurut dia, Ahok sering kali berkata kotor menjadi alasan bahwa Ahok tak patut masuk ke Direksi Pertamina

“Kami menilai sisi modaratnya lebih besar dari pada sisi manfaatnya. Belum lagi masih banyak kasus kasus dugaan korupsi yang bersangkutan, hingga saat ini belum dituntaskan,” tambah Arie.

Sedangkan Arie dan kawan-kawan dari FSPPB, berharap Kementerian BUMN dalam perombakan Direksi Pertamina, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,di atas segala-galanya, sesuai UUD 45. Dia menambahkan, di Indonesia tidak kekurangan orang yang punya kompetensi dan patriotik.“Tolong bantu meluruskan fitnah yang sudah beredar. Sikap organisasi FSPPB terhadap Ahok tidak ada hubungannya dengan 212,” tegas Arie. (PS)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here