PDIP Serang Jokowi Karena Tjahjo Jadi MenPAN-RB

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi II Fraksi PDI Perjuangan, Cornelis, menyoroti keputusan Presiden Jokowi menunjuk kader PDIP, Tjahjo Kumolo, menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Ia khawatir rencana pemangkasan eselon III dan IV akan mempengaruhi suara PDIP pada Pemilu 2024 mendatang.

“Kenapa Presiden kasih orang PDIP jadi MenPAN, sedangkan ini penyakit besar ini Pak? Salah-salah nanti kami Pemilu 2024 ini bisa kalah ini, karena eselon tiga, eselon empat disembeleh (sembelih-red) semua,” kata dia di ruangan Komisi II Dalam rapat kerja dengan MenPAN-RB, Jakarta, Senin (18/11).

Dia mengatakan, fakta di lapangan bahwa politik birokrasi sangat menentukan. Pejabat yang dipangkas dikhawatirkan akan ‘dendam’ kepada PDIP.

“Di lapangan, politik birokrasi ini sangat menentukan, mati kita. Kenapa nggak dikasih ke partai lain aja?” kata Cornelis.

Pernyataan Cornelis tersebut sempat membuat suasana rapat menjadi riuh. Pimpinan raker, Ahmad Doli Kurnia, kemudian merespons dengan kelakar agar peserta rapat bisa tenang.

Doli mengingatkan bahwa ruang rapat bukan tempat kampanye. “Bapak kalau begitu nanti Pak Tjahjo nangis Pak,” kata dia disambut tawa anggota raker.

Cornelis lalu meminta agar rekannya di PDIP, Tjahjo, hati-hati dalam mengambil kebijakan. Ia tidak ingin kebijakannya nanti membuat ASN marah kepada PDIP.

“Tolong Pak Tjahjo lihai-lihailah ngatur barang ini, supaya tidak menjadi dendam ASN,” kata dia.

KemenPAN-RB adalah satu mitra Komisi II yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, Pertanahan dan Reforma Agraria. Dalam rapat tersebut, Tjahjo membahas sejumlah hal terkait reformasi birokrasi.

“Ada tantangan PAN-RB, karena pertanyaan Pak Presiden ke saya, sejauh mana reformasi birokrasi dengan cepat dilakukan. Jadi dalam waktu dekat, kita enggak pangkas birokrasi, tapi merampingkan,” ucap Tjahjo.

Ia mengatakan, pada masa-masa awal ia menjabat, Tjahjo mengaku fokus melakukan jemput bola ke seluruh kementerian untuk menyesuaikan nomenklatur jabatan. Hal itu terkait perampingan eselon seperti yang diinginkan Presiden Jokowi.

“Ada kementerian yang minta eselon 2 dijadikan eselon 1, ada lembaga-lembaga yang juga minta ditambah deputinya. Nah, ini kami serasikan dengan arahan Pak Presiden,” kata dia. (EP)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here