ICW Endus Penggiringan Opini Publik di Balik Pernyataan Tito soal Pilkada

Kurnia Ramadhana
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, menilai pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian adalah penggiringan opini publik. Penilaiannya itu terkhusus pada pandangan Tito terkait pemilu kepala daerah (pilkada) dengan biaya mahal.

“Ada kesan seolah-olah mengarahkan persoalan pilkada berbiaya mahal (high cost) hanya kepada pemilih,” kata Kurnia di Jakarta, Selasa (19/11).

Menurut dia, Tito seperti menuding faktor politik uang menjadi satu-satunya biang persoalan. Padahal, kata Kurnia, penilaian tersebut tidak sepenuhnya komprehensif. “Karena itu seperti melupakan persoalan jual beli pencalonan, mahar politik, yang menjadi salah satu masalah utama,” kata Kurnia.

Baca Juga:  Air Wudhu Tak Bisa Mematikan Virus Covid-19, Begini Penjelasan Tito Karnavian

ICW, kata dia, menantang Mendagri Tito untuk melakukan reformasi kepartaian sebelum mengubah format pilkada. Sebab, pembenahan partai menjadi prasyarat utama sebelum mengubah model pilkada langsung menjadi tidak langsung.

“Tanpa pembenahan partai, maka tidak akan pernah menyelesaikan persoalan politik yang berbiaya mahal tersebut,” ujar dia.

Kurnia mengatakan, inisiatif pembenahan partai secara kolektif justru sering didorong oleh KPK dan masyarakat sipil. Namun, sejauh ini belum ada respons konkret dari pemerintah. “Untuk menindaklanjuti berbagai konsep pembenahan partai agar menjadi demokratis, modern dan akuntabel,” kata Kurnia. (AIJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here