Presiden PKS Buka Kerja Sama dengan Partai Berkarya

Pks partai berkarya
Pimpinan PKS menyambut kedatangan elite Partai Berkarya di DPP PKS, Jakarta. Foto: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengakui, meskipun Partai Berkarya tidak punya perwakilan di parlemen, namun partai ini sangat diperhitungkan di panggung politik nasional. Terlebih lagi, ada 160 kadernya yang menjadi anggota DPRD provinsi, kabupaten, dan kota.

“Partai Berkarya memiliki suara untuk menekan pihak yang ada di luar pemerintahan yang juga berada di Parlemen,” kata Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Selasa (19/11).

Sohibul mengatakan Partai Berkarya memiliki modal anggota DPRD provinsi, kabupaten, dan kota dengan jumlah cukup signifikan. “Tentu dengan Berkarya kami bisa bekerja sama dengan Parlemen tingkat Provinsi, Kabupaten atau Kota,” ujarnya.

Sementara, Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, mengatakan semua partai mempunyai keelokan, hidmat dan keunikan sendiri termasuk PKS. Hal itu disampaikan saat menyambangi kantor DPP PKS.

“Kami memandang PKS dengan takjub di tengah situasi politik yang nggak mudah. Demikian pula kami memandang partai lain,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menuturkan kedekatan personal dengan Sohibul Iman sudah lama terbangun sejak sama-sama di pimpinan DPR. Hal sama juga terjalin erat hubungan Priyo dengan Ketua Majelis Syura PKS, Habib Salim Segaf Al Jufri.

“Jadi, karena itu kami ketemu PKS, sehingga pada waktunya nanti, kami yang bergantian mengundang PKS. Kami memandang PKS dengan penuh hormat, termasuk dalam bentuk kerja sama,” ujarnya.

Bahkan, ia menyebut Berkarya tidak ingin membiarkan PKS sendirian dalam kondisi perpolitikan saat ini. “Biarlah nanti muncul gagasan-gagasan alternatif untuk kebaikan bangsa ke depan,” katanya.

Priyo mengatakan, demokrasi tidak boleh ambruk gara-gara banyak orang yang berlomba-lomba mendekat ke kekuasaan.

Maka itu, ia tak mempermasalahkan jika disematkan sebagai oposisi. Meskipun Priyo lebih senang dengan istilah membangun gagasan alternatif yang seimbang dan konstruktif.

“Jadi, manakala pemerintah melakukan hal yang baik kami dukung. Tapi jangan jadikan kami burung beo yang diam terhadap semua policy (kebijakan) negara,” kata Priyo. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here